Nelayan Pulau Kecil Desak Revisi Perda dan Tindakan Tegas terhadap Kapal Trawl

- Publisher

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan pulau-pulau kecil di Jawa Timur mendesak DPRD untuk merevisi Perda Perlindungan Nelayan dan menindak tegas kapal trawl.

Nelayan pulau-pulau kecil di Jawa Timur mendesak DPRD untuk merevisi Perda Perlindungan Nelayan dan menindak tegas kapal trawl.

Surabaya– Jaringan Masyarakat Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (JMP3K) mendatangi Komisi B DPRD Jawa Timur untuk menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi nelayan tradisional di wilayah pesisir dan kepulauan.

Koalisi yang terdiri dari KNM Masalembu, KNTI Jatim, WALHI Jatim, LBH Surabaya, KIARA, Trend Asia, serta perwakilan warga pulau-pulau kecil itu menyoroti kerusakan ekosistem laut yang semakin parah akibat maraknya aktivitas kapal trawl dan lemahnya penegakan hukum di lapangan.

“Konflik antara nelayan tradisional dan pengguna kapal trawl terus meningkat, terutama di wilayah pesisir dari Bawean hingga Masalembu,” ujar perwakilan JMP3K dalam pertemuan tersebut.

Selain praktik penangkapan ikan yang merusak, JMP3K juga menyoroti dampak krisis iklim yang makin terasa. Rusaknya terumbu karang dan menurunnya hasil tangkapan ikan membuat pendapatan nelayan terus tergerus.

JMP3K mendesak revisi terhadap Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Menurut mereka, aturan itu belum menjawab persoalan nyata nelayan, terutama yang tinggal di pulau-pulau kecil seperti Masalembu.

Baca Juga  Indonesia Siap Meriahkan MotoGP 2023 di Sirkuit Mandalika

“Nelayan di pulau kecil masih kesulitan listrik, bahan bakar, hingga fasilitas penyimpanan ikan. Harga jual ikan rendah, sementara biaya melaut tinggi,” kata salah satu anggota JMP3K.

Keterbatasan transportasi laut dan jarak yang jauh dari pusat pemerintahan juga membuat akses administrasi dan pelayanan publik bagi nelayan semakin sulit.

Dalam audiensi tersebut, JMP3K menegaskan penolakan terhadap penggunaan alat tangkap yang merusak dan meminta pengaturannya diperjelas dalam Perda yang akan direvisi. Mereka juga mendesak adanya penegakan hukum tegas terhadap kapal trawl serta penguatan Pos Keamanan Laut Terpadu (Poskamladu) untuk melindungi wilayah tangkap nelayan kecil.

Komisi B DPRD Jawa Timur menanggapi dengan sejumlah rekomendasi awal, di antaranya:

* Memasukkan wilayah pulau-pulau kecil dalam prioritas pembangunan Poskamladu tahun 2026

* Berkoordinasi dengan PLN dan Komisi D terkait penyelesaian masalah listrik di kepulauan

* Mendorong pembangunan cold storage milik pemerintah

* Membina koperasi nelayan untuk memperkuat posisi tawar mereka

* Mengkaji ulang distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran

JMP3K menyambut baik respons DPRD, namun menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret. Mereka berharap nelayan pulau-pulau kecil dilibatkan langsung dalam proses revisi Perda dan perumusan kebijakan ke depan.

Baca Juga  Festival Taneyan Lanjhang Meriahkan Peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-494

“Pemerintah provinsi harus berani melindungi wilayah tangkap nelayan kecil, menetapkan kawasan lindung di pulau-pulau kecil, serta memastikan keadilan sosial dan ekologis bagi masyarakat pesisir,” tegas JMP3K dalam pernyataan penutup.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 
Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 15:18 WIB

Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru