Tingkat Kepuasan Publik Rendah, Alarm Buat Baddrut Tamam di Pilkada 2024

- Publisher

Rabu, 17 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baddrut Tamam, Mantan Bupati Pamekasan. (Foto: Ig@Rabaddruttamam)

Baddrut Tamam, Mantan Bupati Pamekasan. (Foto: Ig@Rabaddruttamam)

Pamekasan, SuaraNet – Akademisi IAI Al Khairat, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Fadali Rahman, menuturkan beberapa pandangannya tentang posisi politisi PKB Baddut Tamam di Pilkada Pamekasan 2024.

Menurut Fadali, sejumlah hasil survei kepuasan publik Pamekasan terhadap kinerja Baddrut Tamam yang hanya kisaran 50% ini menjadi celah kelemahan bagi calon petahana untuk merebut hati masyarakat kota Gerbang Salam tersebut.

“Hal ini sangatlah rawan bagi incumbent apabila maju lagi dalam Pilkada. Butuh upaya maksimal dan butuh figur pendamping yg mampu mendongkrak suara,” kata dia.

Karena itulah, kata dia, bisa dipahami kalau sampai hari ini Badrut Tamam terkesan tidak muncul dipermukaan dalam menghadapi pilkada. Padahal masa pendaftaran sudah semakin dekat.

“Rendahnya angka kepuasan publik tak lepas dari kekecewaan terhadap RBT yang tidak mampu memenuhi 17 janji kampanye. Saat ini infrastuktur masih parah, guru madin/guru ngaji diabaikan dan lainnya,” jelas dia.

Selain itu, Fadali juga menyinggung soal transisi kepemimpinan di Pamekasan. Menurut dia, di Pamekasan belum pernah terjadi Bupati yang memimpin dua periode berturut-turut.

Baca Juga  Simposium BEM Pamekasan: Empat Calon Bupati Unjuk Gagasan, Ahmad Baidawi dan Ra Ali Absen!

“Selain itu mitos yang berkembang di masyarakat terkait Pilkada di Pamekasan dalam sejarah tidak pernah ada bupati yang menjabat dua periode berturut-turut,” pungkasnya.

Penulis : Faruk

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:49 WIB

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:51 WIB

KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB