Kemenag Luncurkan Kurikulum Berbasis Cinta, Persiapkan Ratusan Guru sebagai ‘Penyebar Kasih’

- Publisher

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMBPSDM M Ali Ramdhani. (Source: kemenag)

Kepala BMBPSDM M Ali Ramdhani. (Source: kemenag)

Garut– Kementerian Agama (Kemenag) secara serius memulai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Sebagai langkah awal, Kemenag menyiapkan ratusan fasilitator guru dalam Pra-Pelatihan Fasilitator (Training of Facilitator/ToF) yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2025 di Peacesantren Welas Asih, Garut, Jawa Barat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak para fasilitator yang akan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan dan menerapkan nilai-nilai cinta di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah.

Ali Ramdhani, Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), menegaskan bahwa Pra-ToF ini adalah fondasi penting. “Pra-ToF KBC ini menjadi langkah awal menyusun model pelatihan dan menyiapkan fasilitator. Kegiatan ini adalah fondasi pembekalan, penyamaan persepsi, dan perumusan strategi komunikasi yang efektif dalam menginternalisasi nilai-nilai cinta di dunia pendidikan,” ujar Ramdhani, Sabtu (8/8/2025).

 

Cinta Sejati: Fondasi Pendidikan yang Memanusiakan

 

Dalam pidatonya, Ramdhani memberikan pesan mendalam tentang makna cinta sejati. Ia menggarisbawahi bahwa cinta yang murni adalah cinta tanpa pamrih, seperti kasih sayang seorang ibu kepada anaknya yang tulus sepanjang masa.

Baca Juga  Tersangka Kasus LNG Pertamina Seret Nama Ahok dan Nicke Widyawati, KPK: Harusnya Disampaikan ke Penyidik

“Cinta semacam inilah yang ingin kita hadirkan dalam pendidikan. Cinta yang utuh, menyentuh, dan membentuk karakter,” jelasnya.

Menurut Ramdhani, KBC dirancang untuk menciptakan school culture atau budaya sekolah yang dilandasi oleh kebiasaan baik dan nilai-nilai kemanusiaan.

 

Bukan Sekadar Mata Pelajaran, tetapi Pembudayaan Hidup

 

Mastuki, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Pendidikan dan Keagamaan, menjelaskan bahwa KBC bukan sekadar mata pelajaran baru. Ia menegaskan, “Konsep dan filosofi KBC amat mendalam. Ini bukan sekadar pelatihan biasa. Amanah Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, sangat jelas tentang pentingnya spirit cinta yang hidup, menyatu dalam keseharian di lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Cinta sebagai pembudayaan dan pembelajaran yang hidup, bukan mata pelajaran tersendiri.”

Kegiatan Pra-ToF ini merupakan kolaborasi strategis antara Kemenag, Project INOVASI, Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), dan Peacesantren Welas Asih. Sinergi ini diharapkan mampu menciptakan desain pelatihan yang otentik dan mendekati realitas kehidupan di madrasah dan sekolah.

Pra-ToF ini menjadi ruang awal untuk membangun paradigma baru pendidikan yang lebih manusiawi dan membumi, berlandaskan pada nilai cinta yang menyembuhkan, membimbing, dan memanusiakan.

Baca Juga  Lesbumi PCNU Pamekasan Awali 100 Tahun A.A. Navis

Acara pembukaan turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Direktur GTK, Thobib Al-Asyhar; Pengasuh dan Pendiri Peacesantren Welas Asih, Irfan Amali; serta tim dari INOVASI dan PSPK Jakarta.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB