Miris! Bocah 4 Tahun di Pamekasan Diduga Jadi Korban Malapraktik Sunat oleh Mahasiswi Magang

- Publisher

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Alodekter

Ilustrasi: Alodekter

Pamekasan – Mata AR (30) berkaca-kaca saat menceritakan kemalangan yang menimpa anak pertamanya, A yang masih berumur 4 tahun.

A diduga menjadi korban malapraktik sunat oleh seorang perawat yang mempunyai tempat Praktek Mandiri Perawat (PMP) di Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Madura.

“Sebenarnya saya tidak tega bahas ini. Soalnya ingat lagi saat-saat anak saya menjerit kesakitan,” katanya, Sabtu (19/7/2025).

AR menceritakan, peristiwa itu bermula saat dia memanggil perawat untuk menyunat anak keduanya (A), pada 2 Juli 2025 lalu. Perawat berinisial S itu datang ke kediaman AR bersama dengan dua mahasiswa magang yang berasal dari Poltera.

Semula, AR merasa cemas lantaran yang bertindak untuk melakukan sunat bukan S melainkan mahasiswi magang dari Poltera. Namun, AR tidak bisa berbuat apa-apa. Sebab, mahasiswi magang itu langsung mengeksekusi.

“Proses sunat cukup lama. Saat ditanya, mahasiswi magang itu menyebut jika alat vital anak saya tebal,” ujarnya.

Kecemasan AR bertambah saat proses pemasangan ring pengaman di alat vital anaknya. Selain memerlukan waktu yang cukup lama, posisi ring tidak berada di ujung alat vital anaknya melainkan di pangkal alat vital. AR pun mencurigai mahasiswi magang tersebut tidak memahami cara menyunat alat vital.

Baca Juga  Inilah Rahasia Ampuh untuk Menghindari Wajah Pria dari Kusam

“Saat itu, saya sudah cemas karena kondisi ring yang harusnya menjadi pengaman, malah berada di pangkal alat vital anak saya,” katanya.

Kendati demikian, AR mengaku tetap berusaha kuat dan meyakinkan dirinya bahwa anaknya baik-baik saja. Setelah dinyatakan selesai menyunat anaknya, mahasiswi magang itu pulang.

Namun selang tiga hari usai disunat, anak AR menjerit kesakitan. Dia pun melaporkan kondisi itu kepada S selaku perawat yang sudah memiliki legalitas PMP. Namun yang bersangkutan menjamin jika kondisi anak AR dalam keadaan baik-baik saja.

“S datang ke rumah, saat melihat kondisi anak saya, S menjamin jika anak saya dalam keadaan baik-baik saja,” tutur AR.

Empat hari selang kejadian, AR kembali melapor ke S. S juga menyebut hendak memotong ring pengaman pada alat vital.

“Dari awal saya sudah curiga, ini prosesnya saja janggal. Bahkan saat ring sudah copot, kondisi alat vital anak saya seperti luka bakar,” keluh AR.

Geram dengan praktik sunat itu, AR sempat mengeluh pada Kadinkes Pamekasan Safiuddin, termasuk langkah Dinkes agar bisa mengevaluasi si S yang sudah memiliki izin PMP tersebut.

Baca Juga  Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru di Seluruh SPBU Indonesia, Maret 2025

Selain itu, AR mengaku tahu dari salah satu pegawai Dinkes Pamekasan, jika izin PMP milik S baru keluar tiga minggu lalu. Sementara praktiknya sudah berlangsung sejak tahun lalu.

“Ini kan janggal, bahkan sebulan sebelum izin itu keluar, tempat praktek milik S ini justru masih mendapat teguran dari Dinkes Pamekasan lantaran dugaan malapraktik,” ujar AR.

Menanggapi keluhan AR, Kadinkes Pamekasan Saifudin melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumberdaya Kesehatan (SDK) Avira Sulistyowati mengatakan, masih akan mengumpulkan beberapa bukti terkait informasi dugaan malapraktik oleh perawat berinisial S.

“Perlu bukti-bukti juga, kita tidak bisa langsung mencabut izinnya atau menindak yang bersangkutan,” kata Avira.

Meski demikian, Avira menyebut jika seorang perawat yang sudah memiliki izin praktik mandiri tidak boleh menunjuk anak magang untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau tindakan lain yang berupa tindakan sunat alat vital.

“Kalau yang menyunat itu anak magang itu tidak boleh karena itu melanggar aturan,” tegas Avira.

“Kalau soal benar tidaknya kami masih kumpulkan bukti sebelum menindak atau memberikan sanksi pada S,” tutup Avira. (Rls)

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura
Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban
PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan
Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest
PMII UIN Madura Kritik Pengawasan MBG di Pamekasan
Tolak Keras Perundungan, GPPD Payudan Daleman Bekali Siswa SMP Anti Bullying
Status Naik, Penyidik Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Libatkan Dai di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:13 WIB

Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:10 WIB

Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:11 WIB

Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:14 WIB

PMII UIN Madura Kritik Pengawasan MBG di Pamekasan

Berita Terbaru

Entertainment

Demo PMII UIN Madura, Kinerja Satgas MBG Pamekasan Dinilai Gagal Total

Selasa, 17 Mar 2026 - 14:48 WIB