Unjuk Rasa Warnai Kunjungan Mensos ke Bangkalan, LSM PAKIS Menyoroti Kemiskinan

- Publisher

Kamis, 9 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan aktivis mengatasnamakan LSM Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) berunjukrasa di pintu gerbang Pendopo Agung Bangkalan, menjelang kunjungan Mentri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul ke lokasi itu. Rabu (8/1/2025).

Puluhan aktivis mengatasnamakan LSM Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) berunjukrasa di pintu gerbang Pendopo Agung Bangkalan, menjelang kunjungan Mentri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul ke lokasi itu. Rabu (8/1/2025).

Bangkalan, SuaraNet – Puluhan aktivis mengatasnamakan LSM Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) berunjukrasa di pintu gerbang Pendopo Agung Bangkalan, menjelang kunjungan Mentri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul ke lokasi itu. Rabu (8/1/2025).

Dalam aksinya, massa aksi membentangkan bendera kecil dan beberapa spanduk serta berorasi menyoroti tingginya angka kemiskinan di Bangkalan yang dinilai tinggi.

“Kemiskinan di Bangkalan tentu menjadi kekhawatiran sekaligus PR (pekerjaan rumah) kita semua. Termasuk Gus Ipul selaku nahkoda Mensos harus memiliki misi untuk mengatasi masalah tersebut di Bangkalan,” papar Abdurahman Tohir, korlap aksi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur per Maret 2024, persentase penduduk miskin empat kabupaten di Pulau Madura tergolong tinggi. Bangkalan sebesar 18,66 persen, Sampang 20,83 persen, Pamekasan 13,41 persen dan Sumenep 17,78 persen.

“Data penduduk miskin di empat kabupaten di Madura jauh berada di atas angka kemiskinan provinsi dan nasional. Apalagi Bangkalan yang sering dikunjungi Mensos sebelumnya, tetapi tidak ada penurunan kemiskinan yang signifikan, kami selaku warga Bangkalan khususnya Madura tidak butuh kunjungan kerja yang menghabiskan anggaran Negara, tetapi butuh aksi nyata,” teriak Rahman, sapaan Abdurahman Tohir di depan Gus Ipul.

Baca Juga  Aksi Preman Serang Posko "Rakyat Jatim Menggugat," Uang Donasi dan Logistik Raib

Dengan kondisi ini, Rahman mendorong Mensos Gus Ipul untuk membuat treatment khusus dalam rangka mengurangi angka kemiskinan di Pulau Madura khusunya di Bangkalan. Salah satunya adalah dengan menyiapkan roadmap pengentasan kemiskinan di Madura.

“Mensos perlu melakukan kebijakan yang afirmatif terhadap Pulau Madura, bila perlu Mensos harus segera menyiapkan roadmap tentang pengentasan kemiskinan di Madura setidaknya selama ia (Gus Ipul.red) menjadi Mensos. Saya tidak ingin Madura khususnya Bangkalan semakin tertinggal dengan daerah lain di Jawa Timur,” ungkap Rahman.

Rahman menambahkan pentingnya mendorong insiatif tersebut agar Mensos lebih serius dan peduli terhadap Masyarakat Madura melalui serangkaian kebijakan yang sifatnya komprehensif dan berkelanjutan.

“Jadi ini harus adanya kolaborasi yang bagus antara pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi dan anggota dewan, kemensos serta Presiden Prabowo,” paparnya.

Pasalnya, Madura tidak diberi intervensi khusus, khususnya terkait peningkatan SDM dan Pengentasan Kemiskinan. “Dengan adanya roadmap yang jelas ini maka langkah ke depan untuk mengentaskan kemiskinan di daerah akan semakin mudah,” pungkasnya

Baca Juga  KH Kholilurrahman Buka Suara Soal Kemungkinan Kembali Bertarung di Pilkada Pamekasan 2024

Sementara itu Gus Ipul saat duduk bersama para pendemo didampingi Pj. Bupati Bangkalan mengatakan jika dirinya pasti akan mendengarkan aspirasi dari semua kalangan untuk berbenah.

“Saat ini kita sedang bekerja, kami sedang mengevaluasi. Saat ini Presiden Prabowo sedang menunggu hasil rekonsiliasi dan konsolidasi data ditingkat nasional. Selama ini kementrian, lembaga, pemerintah daerah punya data sendiri-sendiri. Presiden memerintahkan kepada kami semua sebagai pembantunya untuk konsolidasi data. Dan yang diberi tugas yaitu badan pusat statistik (BPS) yang memang ahli dalam pengumpulan data,” kata Gus Ipul saat melakukan kunjungan kerja ‘Dialog Pilar-Pilar Kesos Madura di Bangkalan.

Ia juga berharap, kedepan Pulau Madura bisa bergerak cepat untuk mencapai kesejahteraan sosial dengan kerja terukur terpadu dan terintegrasi.

“Ini modal kita untuk lebih efektif. Ada skala prioritas dan startegis sehingga mempercepat target tersebut,” imbuhnya. (Syaif)

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 
Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 15:18 WIB

Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Jumat, 24 April 2026 - 12:45 WIB

Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Berita Terbaru