Demonstran Desak Kejari Pamekasan Usut Tuntas 5 Kasus Korupsi Mangkrak

- Publisher

Jumat, 16 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Formatur Gelar Aksi Demonstrasi, Tuding Kejari Tak Serius Tangani Dugaan Korupsi.

Formatur Gelar Aksi Demonstrasi, Tuding Kejari Tak Serius Tangani Dugaan Korupsi.

Pamekasan, SuaraNet – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan kembali diterpa kritik tajam dari mahasiswa. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Pantura (Formatur) menggelar aksi demonstrasi di depan Kejari Pamekasan pada Jumat (16/8/2024), mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas lima kasus dugaan korupsi yang hingga kini mangkrak.

Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB ini diwarnai dengan orasi lantang dari para mahasiswa. Kordinator lapangan (Korlap) aksi, Hendra, mengecam Kejari Pamekasan yang dinilai tidak serius dalam menangani kasus dugaan korupsi.

“Lima kasus ini sudah lama dilaporkan, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Apakah Kejari Pamekasan hanya ingin menakut-nakuti masyarakat saja?,” tegas Hendra.

Lima kasus yang dimaksud adalah:

1. **Dugaan Korupsi BLK Buddagan:** Proyek Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Buddagan dengan anggaran Rp 500 juta tahun 2023 diduga sarat korupsi. Meskipun telah dilaporkan, kasus ini tak kunjung naik ke tahap penyidikan dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

2. **Wamira Mart:** Program prioritas Bupati Pamekasan ini juga diwarnai dugaan korupsi pada tahun anggaran 2023 di 26 titik yang tersebar di 13 kecamatan. Meskipun 30 saksi telah dimintai keterangan, Kejari Pamekasan belum menetapkan satu pun tersangka.

Baca Juga  Tuntut Kajari Tapanuli Selatan di periksa dan di copot, mahasiswa asal Tapsel Demo di Kejagung RI

3. **Dugaan Korupsi Pokmas Cenlecen:** Dua Pokmas di Desa Cenlecen diduga tidak merealisasikan dua proyek yang bersumber dari dana hibah Pemprov Jatim tahun anggaran 2022. Kasus ini juga tak kunjung diusut tuntas.

4. **Proyek KIHT:** Pembangunan Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) diduga bermasalah. Audit Inspektorat Pamekasan menunjukkan kerugian negara sebesar Rp 125 juta. Kasus ini sempat ditangani Polda Jatim, namun tak kunjung ada kejelasan.

5. **Mobil SIGAP:** Dugaan korupsi pada proyek mobil SIGAP yang merugikan negara sekitar Rp 6 miliar dari 3 item proyek lelang. Kasus ini dilaporkan masyarakat pada tahun 2021, namun hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan.

Hendra menegaskan bahwa aksi pengkawalan ini akan terus berlanjut hingga kasus-kasus tersebut diusut tuntas dan para pelaku ditetapkan sebagai tersangka. “Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Kekecewaan para mahasiswa semakin memuncak ketika perwakilan Kejari Pamekasan tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan mereka. Bahkan, perwakilan Kejari tersebut kabur ke dalam gedung saat diminta untuk menandatangani tuntutan mahasiswa.

Baca Juga  Bupati Pamekasan Resmi Luncurkan Koperasi Merah Putih, Siap Dongkrak Ekonomi Daerah

Aksi demonstrasi ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Pamekasan menuntut keadilan dan transparansi dalam penegakan hukum. Kejari Pamekasan dituntut untuk segera bertindak tegas dan menuntaskan kasus-kasus dugaan korupsi yang telah lama menggantung.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura
Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban
PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan
Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest
PMII UIN Madura Kritik Pengawasan MBG di Pamekasan
Tolak Keras Perundungan, GPPD Payudan Daleman Bekali Siswa SMP Anti Bullying
Status Naik, Penyidik Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Libatkan Dai di Pamekasan

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Sabtu, 14 Maret 2026 - 01:13 WIB

Pasca Aksi Kritik MBG, Pengurus Cabang PMII Pamekasan Bekukan Komisariat UIN Madura

Jumat, 13 Maret 2026 - 14:10 WIB

Kasus Agen Hozizah Disepakati, Pegadaian Pamekasan Bantu Korban

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:52 WIB

PMII UIN Madura Gelar Demo, Tuding Satgas dan BGN Lalai Awasi Program MBG Pamekasan

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:11 WIB

Dorong Kreativitas dan Kepedulian, BEM FIA UNIRA Gelar Ramadhan EduFest

Berita Terbaru