GUSDURian Jogja Gelar Talkshow Penguatan Demokrasi

- Publisher

Minggu, 21 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Talkshow Penguatan Demoktrasi. (Foto: Dok. Istimewa)

Talkshow Penguatan Demoktrasi. (Foto: Dok. Istimewa)

YOGYAKARTA, SUARANET – Haul Gus Dur yang ke -14, GUSDURian Yogyakarta menggelar talkshow yang bertemakan “Rasan-rasan Demokrasi; Desa Bisa Apa?”. Kegiatan tersebut bertempat di Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat, (19/01/24).

Dalam acara tersebut turut dihadirkan tiga pembicara, Wahyudi Anggoro (Lurah Panggungharjo), Hadi Nur Kholik Ridwan (penulis buku Ajaran-Ajaran Gus Dur: Syarah dari 9 Nilai Utama Gus Dur) dan Wasingatu Zakiyah ( aktivis perempuan anti politik uang).

Digelarnya Talkshow tersebut bertujuan untuk memperkuat Demokrasi, salah satunya agar tidak terjadi politik uang. Karena tahun ini sudah memasuki pesta demoktrasi.

Wasingatu Zakiyah menjelaskan, bahwa politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi. Karena menurutnya dengan menolak politik uang adalah salah satu cara untuk tidak memberikan suara kepada calon pemimpin yang terlibat politik uang.

“Dalam Pemilu, kita tidak sedang memilih malaikat, namun kita sedang memilih orang yang derajat setannya paling kecil, ” tandas, Zakiyah.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, bahwa calon pemimpin yang semestinya dipilih tidak terlibat dalam politik uang.
“Kriterianya ialah siapa di antara para calon yang tidak terlibat politik uang, tidak menyelewengkan kekuasaan, dan tidak mengandalkan orang dalam untuk mencapai tujuan,”
sambung Zaki.

Baca Juga  Baznas Bangun 14 Rumah Tidak Layak Huni di Pamekasan

Adapun wahyudi menjelaskan, marakanya politik uang merupakan tantangan serius bagi demokrasi di tingkat desa. Ia juga mengaku, bahwa hampir mustahil menjadi Lurah tanpa kekuatan uang.

“Itu kata salah satu doktor atau akademisi yang saya sowani. Maksimal hari ini 25.000 rupiah per orang ini kata DPR yang saya sowani, ada juga selanjutnya yang saya sowani akhirnya bilang, sekalian hadapi dan lawan saja itu (politik uang),” kata Wahyudi.

Disamping itu, Nur Kholik Ridwan mengatakan, bahwa untuk melawan politik uang, masyarakat perlu melakukan perlawanan kultural. Perlawanan ini harus dimulai dari masyarakat dan komunitas.

“Untuk melawan politik uang, kita perlu melakukan perlawanan kultural. Dimulai dari masyarakat, komunitas, lalu tidak harus berhasil 100%, namun setidaknya ada kelompok politik yang mampu menjadi jembatan. Maka jangan anti politik praktis, anti politikus, anti negara,”
kata Nur Kholik.

Terakhir kegiatan tersebut ditutup dengan sebuah orasi dari Jay Akhmad, Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian. Dalam orasinya, Ia mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mewujudkan demokrasi yang kuat dan bersih. Ia mengatakan bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang bisa kita terima begitu saja, tetapi harus diperjuangkan.

Baca Juga  Pemkab Pamekasan Gelar Upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Wabup Sukriyanto Tekankan Pentingnya Kolaborasi

“Adanya DPR RI belum tentu adanya keterwakilan. Adanya MPR belum tentu adanya kedaulatan. Adanya pengadilan belum tentu adanya keadilan. Itu semua adalah institusi-institusi yang menunjukkan nilai dan bukan nilai itu sendiri. Dan demokrasi bukan sesuatu yang kita terima begitu saja, tetapi harus kita perjuangkan,” kata Jay Akhmad.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:49 WIB

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:51 WIB

KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB