Diskominfo Pamekasan Meluncurkan Tim Keamanan Siber untuk Melindungi dari Ancaman Digital

- Publisher

Kamis, 9 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskominfo Pamekasan meluncurkan Tim Keamanan Siber (CSIRT) untuk melindungi masyarakat dari ancaman digital.

Diskominfo Pamekasan meluncurkan Tim Keamanan Siber (CSIRT) untuk melindungi masyarakat dari ancaman digital.

Pamekasan, SuaraNet– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan secara resmi meluncurkan Computer Security Incident Response Team Kabupaten Pamekasan (PamekasanKab-CSIRT) dan mengadakan kampanye kesadaran publik mengenai tanggap insiden siber di Dharmawangsa Grand Ballroom, Azana Style Hotel Pamekasan.

CSIRT, yang juga dikenal sebagai Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS), adalah program pemerintah yang bertujuan melindungi masyarakat dari kejahatan siber melalui Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN).

Berdasarkan data dari BSSN, sudah ada 16 kabupaten di Jawa Timur yang membentuk CSIRT. Di antara wilayah-wilayah di Madura, Pamekasan menjadi kabupaten pertama yang meluncurkan tim ini.

Nur Hidajatul Firdaus, Kepala Diskominfo Pamekasan, menekankan bahwa pertempuran saat ini adalah pertempuran digital. Melalui pembentukan CSIRT ini, dia berharap masyarakat dapat siap mengantisipasi dan menangani insiden-insiden siber.

“Saya berharap para peserta dapat memperoleh pengetahuan sebanyak mungkin dan menjadi mampu mengatasi insiden-insiden siber di Pamekasan,” ujar Dayat, panggilan akrab Nur Hidajatul Firdaus, pada Kamis (9/11/2023).

Hasto Prastowo, Direktur Keamanan Siber dan Sandi Sektor Pemerintah Daerah BSSN, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat sistem keamanan siber tidak hanya di level pemerintah pusat, tetapi juga di level pemerintah daerah.

Baca Juga  Diserang Iran Habis-habisan, Hamas: Setiap Negara Memiliki Hak Untuk Membela Diri Dalam Serangan Israel

“CSIRT adalah tim yang dibentuk untuk merespons insiden-insiden siber. Jadi jika ada masalah atau hacker yang ingin mencuri data, akan ada detektor yang memantau situasi. CSIRT bertanggung jawab dalam memberikan perlindungan dan menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya kepada media pada Kamis (9/11/2023).

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa CSIRT juga dapat digunakan untuk mencegah masalah-masalah siber, bukan hanya menangani masalah yang sudah terjadi.

“CSIRT bukan hanya pemadam kebakaran, tetapi juga mempersiapkan kita dalam menghadapi potensi masalah siber. Dalam acara ini, kami meningkatkan kesadaran tentang kejahatan siber dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Penting untuk menyampaikan informasi ini kepada masyarakat agar tetap waspada. Jika terjadi insiden, tim yang telah dilatih akan tahu bagaimana cara menanggapi,” jelasnya.

Hasto menambahkan bahwa tidak semua anomali pada sistem jaringan selalu menandakan serangan yang berbahaya.

“Kami sudah memiliki data mengenai masalah-masalah serangan siber, tetapi anomali belum tentu merupakan serangan atau ancaman yang membahayakan. Pelatihan ini diperlukan agar tim yang dibentuk dapat menganalisis dan menanggapi dengan tepat,” tandasnya.

Baca Juga  Mahasiswa Kepung DPRD Sumenep, Tuntut Usut Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah

Acara ini dihadiri oleh para pejabat dari berbagai Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) dan camat dari seluruh kabupaten Pamekasan.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia
Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:49 WIB

Tak Bisa Lagi Bersembunyi, Buron Kasus Tambang PT Bososi Dipulangkan Interpol ke Indonesia

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:51 WIB

KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB