Masalah Tak Kunjung Kelar, Nasabah Mengaku Kecewa dengan Pelayanan BRI Pamekasan

- Publisher

Rabu, 12 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor BRI cabang Pamekasan.

Kantor BRI cabang Pamekasan.

Pamekasan, SuaraNet—Nasabah BRI atas nama Asad Budiman, Pamekasan, Madura, Jawa Timur melaporkan ke kanwil Jawa Timur akibat BPKB yang sudah dinyatakan lunas tidak kunjung keluar.

Menurutnya, pihaknya beberapa hari lalu sudah menyampaikan laporan terkait dengan adanya BPKB yang tidak kunjung keluar tersebut kepada kanwil Jawa Timur. Respon dari akan ditindaklanjuti kepada BRI pimpinan BRI Pamekasan.

“Semoga keluhan ini bisa direspon baik oleh kanwil, dan bisa ditindaklanjuti oleh BRI Pamekasan sehingga bisa BPKB bisa keluar atau ada solusi lebih lanjut,” kata Asad Budiman, Selasa,  11 Juli  2023.

Diketahui sebelumnya, ia  merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan pihak BRI Pamekasan khususnya, Unit BRI Terminal. Sebab, hingga saat ini BPKB yang sudah dinyatakan lunas tersebut, tidak kunjung keluar.

Menurutnya, harusnya BPKB itu kalau sudah dinyatakan lunas bisa diambil. Namun pihak BRI mengaku BPKB  itu hilang, bahkan berdalih  BPKB itu ada di Bela yang sekarang sudah menjadi tersangka kasus penggelapan uang.

Baca Juga  Achmad Baidowi Beri Perhatian Khusus untuk Kesejahteraan Guru Ngaji dan Madin

“Saya sudah datang beberapa kali ke BRI untuk meminta BPKB milik saya itu mas, tapi itu tak kunjung dikasih,” jelasnya.

Udik yang biasa dia dipanggil, mengaku sebelumnya pihak BRI akan memberikan solusi dengan adanya BPKB yang hilang tersebut, meliputi akan memberikan pinjaman sekaligus akan mengganti BPKB yang hilang tersebut, sesuai dengan regulasi.

“Tapi solusi yang diberikan kepada saya tidak jelas, alias di PHP,” jelasnya.

Karena ini sudah tidak jelas dan bikin kecawa,  maka pihaknya mendesak BRI tersebut agar mengeluarkan BPKB tersebut. Sebab, BPKB mobil itu sangat dibutuhkan karena mobilnya akan dijual untuk kebutuhan bisnis.

“Mau dijual mobil saya ini mas untuk biaya bisnis. Saya ini kan butuh uang sekarang, ya kan,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Pamekasan, Darwis Muhammad mengaku sudah memerintahkan kepala Unit BRI Terminal untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

“Sudah saya menyuruh ke kepala unit agar ini segera diselesaikan,” katanya.

Menurutnya, kalau dirinya menangani masalah ini apa gunanya ada kepala unit, dia kan digaji.

Baca Juga  Divonis 4 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Tersangka Narkoba Protes Putusan Pengadilan Pamekasan

“Silahkan ke kepala unit ya mas,” tambahnya.

Sementara itu, kepala unit BRI Terminal Pamekasan, Giat Setiawan B.N. saat dikonfirmasi ke kantornya. Ia mengatakan akan menganti BPKB yang hilang itu.

“BPKB-nya hilang, kami akan ganti,” jelasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum
KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot
Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK
KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot
Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal
KPK Terus Memperluas Penyidikan Kasus Suap Bea dan Cukai, Pengusaha Rokok Malang Ikut Disorot?
Milik Tokoh Ternama, Rokok Ilegal Sendang Biru Tetap Terdistribusi di Balik Gencarnya Penindakan
Rokok Ilegal Merek L300, Marbol, dan Boss Caffe Latte Disita di Palu

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 18:19 WIB

Gugatan Rp140 Miliar Disoal, Mintarsih Ungkap Kejanggalan Proses Hukum

Senin, 13 April 2026 - 15:20 WIB

KPK Dalami Kasus Cukai Rokok, H. Mukmin, Iskandar, dan Syafwan Wahyudi Ikut Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 16:36 WIB

Kasus Cukai Melebar, Sejumlah Pengusaha Rokok di Sumenep Masuk Radar KPK

Minggu, 12 April 2026 - 11:31 WIB

KPK Perluas Kasus Suap Bea Cukai, Industri Rokok Jatim–Jateng Disorot

Minggu, 12 April 2026 - 00:59 WIB

Menkeu Ancam Tutup Peredaran Rokok Ilegal Jika Tak Masuk Pasar Legal

Berita Terbaru