Bela Al-Quran, Ratusa Massa Aksi di Pamekasan Kecam Rasmus Paludan

- Publisher

Senin, 30 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan massa aksi bela Al-Quran datangi kantor DPRD Pamekasan.

Ratusan massa aksi bela Al-Quran datangi kantor DPRD Pamekasan.

Pamekasan-Ratusan masyarakat pencinta Al-Quran dan mahasiswa melakukan aksi damai bela Al-Quran di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Madura, Senin (30/01/2023).

Massa aksi bergerak dari area monumen Arek lancor sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka mengaku geram atas tindakan pembakaran salinan kitab suci Al-Quran yang dilakukan oleh salah satu politisi anti imigran bernama Rasmus Paludan pada tanggal 21 Januari 2023 lalu di dekat Kedutaan Besar Turki di kota Stockholm Swedia.

Mereka berdatangan dengan menaiki mobil truk sambil membentangkan sejumlah poster bernada protes dan kecaman atas penghinaan terhadap kitab suci ummat Islam.

Sebelumnya, Aksi serupa juga terjadi pada tanggal 27 Januari 2023 di Kopenhagen Denmark.

Halil Asy’ari, ketua pengurus pondok pesantren Darul ulum Banyuanyar yang ikut serta dalam aksi tersebut mengaku marah dan sedih atas tindakaan penghinaan terhadap kitab suci Al-Quran.

“Kita sebagai umat Islam marah dan sedih atas tindakan pembakaran Al-Quran yang merupakan pedoman kita semua,” ucapnya.

Sementara, Mulazim,  ketua FKMSB Pamekasan menyampaikan bahwa tidak semestinya kitab suci yang diagungkan oleh ummat muslim dilecehkan. Karena menurutnya, Al-Quran murupakan mukjizat yang paling agung yang diturunkan tuhan kepada ummat manusia.

Baca Juga  Dinilai Tidak Profesional, Kemenag Kembali Protes Saudia Airlines

Dari itu, dirinya menyamapikan aspirasi dari ratusan massa yang yang tergabung di Dema STIBA DUBA, IKTAB, dan FKMSB Pamekasan. Selain itu, juga dari masyarakat, Santri dan Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar Pamekasan.

“kami tidak rela kitab suci yang merupakan mukjizat paling agung nabi Muhammad dilecehkan dan diperlakukan sedemikian rupa, kami berharap aspirasi kami segera ditindaklanjuti dengan tegas dan tuntas.” pungkasnya.


Berikut tuntutan yang dibawa oleh massa aksi damai bela Al-Quran di depan Kantor DPRD Pamekasan:

  1. Mengutuk keras tindakan pembakaran  yang dilakukan oleh Rasmus Paludan.
  2. Meminta kepada Pemerintah Republik Indonesia agar memanggil duta besar Denmark dan Swedia untuk menyampaikan nota protes dan kecaman keras atas tindakan pembakaran Al-Quran  dan meminta Pemerintah Swedia untuk meminta maaf kepada umat islam di seluruh dunia serta menyelesaikan kasus tersebut dengan langkah tegas dan tuntas kepada pelaku.
  3. Berdasar pada Resolusi PBB 15 Maret 2022 yang menegaskan bahwa dunia harus memerangi Islamophobia, maka mereka meminta PBB untuk tegas dalam kasus tersebut.
  4. Mengecam dan meminta pemerintah Republik Indonesia agar memutus hubungan diplomatik dengan negara yang  bersangkutan. Kelima, mereka juga menyayangkan tindakan pemerintah atas tindakan biadab tersebut yang dianggap lalai dan tidak tegas. Keenam. Mereka juga menyerukan boikot kepada produk yang berasal dari negara yang bersangkutan. Yang terakhir mereka juga mengajak kepada seluruh umat islam agar mencintai dan mengamalkan ajaran Al-Quran.
Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB