27 Pasien Cuci Darah Terhambat, Pemkab Pamekasan Janjikan Penambahan Fasilitas

- Publisher

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman saat menghadiri acara PWI Pamekasan.

Foto Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman saat menghadiri acara PWI Pamekasan.

Pamekasan – Sebanyak 27 pasien cuci darah di Kabupaten Pamekasan kini berada dalam situasi sulit akibat terbatasnya jadwal dan fasilitas hemodialisis (HD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Smart Pamekasan.

Kondisi ini menyebabkan kendala serius dalam pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan secara rutin.

Menanggapi permasalahan krusial ini, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, angkat bicara dan menyatakan pihaknya telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi keterbatasan tersebut.

“Kami sudah mencari solusi. Di tiga kabupaten di sekitar kita, sampai saat ini layanan HD hanya sampai sif 2, belum sampai sif 3. Saya sudah berkomunikasi dengan kabupaten tetangga untuk meminta agar layanan ditingkatkan menjadi tiga sif. Harapannya, 27 pasien dari Pamekasan bisa tertampung,” ungkap KH. Kholilurrahman pada Jumat (17/5/2025).

Lebih lanjut, Bupati Kholil mengungkapkan adanya tawaran dari pihak swasta yang bersedia menanggung biaya cuci darah di luar mekanisme Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sayangnya, upaya mulia ini terbentur oleh regulasi yang berlaku.

“Ada pengusaha yang siap menanggung biaya cuci darah secara umum, tidak melalui BPJS. Tapi aturan tidak memungkinkan. Karena itu, kami terus berupaya. Sambil berdoa, kami dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan akan berusaha semaksimal mungkin. Kalau persoalan ini tidak segera ditangani, para pasien hanya bisa pasrah menunggu waktu. Itu sangat menyedihkan,” tuturnya dengan nada prihatin.

Baca Juga  Aktivis PMII UIM Pamekasan Menarik Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Sebut Tindakan Sewenang-wenang

Terkait solusi jangka panjang, KH. Kholil menyinggung rencana pembangunan ruang HD tambahan dan penambahan unit mesin cuci darah di RSUD Smart Pamekasan. Namun, ia mengakui adanya keterbatasan teknis yang menjadi kendala.

“Menambah sif tidak bisa lagi karena sudah mencapai sif 3. Kalau ditambah sif 4, artinya mesin harus bekerja 24 jam penuh. Itu sangat berat. Kualitas hasil cuci darah akan menurun, dan usia pakai mesin juga akan terganggu,” jelasnya.

Sebagai langkah strategis untuk masa depan, Bupati Kholil menyatakan bahwa pengalaman pahit ini akan menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan kesehatan di tahun-tahun mendatang.

“Insya Allah, tahun 2026 bisa kita anggarkan pembelian mesin baru untuk menambah kapasitas pelayanan,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB