Usai SEA Games 2025, Atlet Indonesia Terima Apresiasi Presiden di Istana Negara

- Publisher

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada atlet Indonesia peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025). Penghargaan ini menjadi penyemangat atlet untuk menatap Asian Games hingga Olimpiade.

Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi kepada atlet Indonesia peraih medali SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025). Penghargaan ini menjadi penyemangat atlet untuk menatap Asian Games hingga Olimpiade.

Jakarta – Gelaran SEA Games ke-33 Thailand telah usai, namun kebanggaan atas prestasi atlet Indonesia terus berlanjut. Presiden Prabowo Subianto memberikan apresiasi langsung kepada para atlet peraih medali SEA Games 2025 dalam sebuah acara di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2025). Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan negara atas perjuangan, dedikasi, dan pengorbanan para atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rasa bangga atas capaian para atlet Indonesia di ajang olahraga Asia Tenggara. Apresiasi ini diharapkan menjadi penyemangat untuk melanjutkan perjuangan ke level yang lebih tinggi, seperti Asian Games hingga Olimpiade.

Salah satu atlet yang menerima penghargaan secara langsung adalah atlet triathlon Martina Ayu Pratiwi. Peraih total tujuh medali, terdiri dari lima emas dan dua perak, ini mengaku momen tersebut terasa sangat spesial karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

“Alhamdulillah senang banget bisa jadi perwakilan atlet yang diberi penghargaan langsung oleh Pak Prabowo. Ini hari ulang tahun saya, jadi rasanya makin spesial,” ujar Martina.

Baca Juga  Terlibat Prostitusi Online, Tarif Cassandra Angelie Rp 30 Juta

Martina menilai apresiasi dari Presiden menjadi motivasi tambahan untuk terus berprestasi sekaligus sebagai bekal investasi masa depannya sebagai atlet. Ia berharap dukungan negara terhadap atlet dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

Cerita perjuangan juga datang dari atlet menembak Dewi Laila. Ia berhasil meraih medali emas meski bertanding dalam kondisi sedang hamil. Dewi mengaku tidak menyangka mampu naik ke podium tertinggi.

“Enggak nyangka, karena enggak berpikir harus dapat emas. Pas pertandingan ya sudah, nothing to lose saja,” katanya.

Ke depan, Dewi berharap dapat kembali memperkuat Indonesia di ajang internasional yang lebih besar.

“Harapannya bisa meningkatkan prestasi lagi, dari Asian Games sampai Olimpiade. Setelah melahirkan nanti istirahat sebentar, lalu kalau diberi kesempatan ingin tampil lagi,” ucap Dewi.

Sementara itu, atlet angkat besi Rizki Juniansyah tak mampu menahan haru saat menerima apresiasi dari Presiden. Peraih medali emas sekaligus pemecah rekor dunia ini menyebut penghargaan tersebut sebagai kehormatan besar sekaligus tantangan baru.

“Ke depan ini adalah jalan yang berat. Saya harus terus membawa nama Indonesia, TNI, dan angkat besi. Ini perjuangan baru bagi saya,” kata Rizki.

Baca Juga  Tersangka Kasus LNG Pertamina Seret Nama Ahok dan Nicke Widyawati, KPK: Harusnya Disampaikan ke Penyidik

Meski berasal dari cabang olahraga yang berbeda, para atlet sepakat bahwa prestasi tidak diraih secara instan, melainkan melalui konsistensi, disiplin, dan pengorbanan panjang. Apresiasi dari Presiden Prabowo hari itu tidak hanya menjadi penutup perjalanan Indonesia di SEA Games 2025, tetapi juga menjadi titik awal perjuangan baru menuju panggung olahraga dunia.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP
TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara
Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel
Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima
KPK Kehilangan Taring dalam Penanganan Kasus Dana Hibah Jatim
Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?
MTN Seni Budaya Gelar Residensi Menulis “Menggarami Tiga Praja”
Al-Anwar Gelar HIMA 2026, Padukan Kompetisi, Edukasi dan Hiburan dalam Satu Panggung

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:52 WIB

Mengurai Misteri Dokumen Palsu di Pusaran Timah Ilegal PT MSP

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:28 WIB

TNI AL Gagalkan Penyelundupan 6 Ton Pasir Timah Ilegal Asal Bangka di Jakarta Utara

Minggu, 5 Juli 2026 - 03:05 WIB

Terendus Intelijen, TNI AL Gagalkan Pengiriman 3,88 Ton Pasir Timah Ilegal di Perairan Babel

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dugaan Timah Ilegal, Aktivis Desak Pengusutan Rantai Pasok PT Mitra Stania Prima

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:06 WIB

Harta Kaisar Kiasa Rp627,68 Miliar, Jauh Melampaui Kekayaan Said Abdullah, Kok Bisa?

Berita Terbaru

Ilustrasi

Sastra

Puisi-Puisi Perjuangan Julyivia Purba

Minggu, 5 Jul 2026 - 04:12 WIB