Surabaya – Seorang wartawan senior di Jawa Timur mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja Biro Administrasi Pimpinan (Biro AdPim) Sekretariat Daerah Jatim. Ia menilai biro yang dipimpin oleh Pulung Chausar ini telah gagal total dalam menjaga nama baik dan citra Gubernur dan Wakil Gubernur.
Kritik tajam ini disampaikan oleh seorang wartawan yang telah berkecimpung di dunia jurnalistik selama hampir 20 tahun. Ia pernah memimpin media Memorandum selama 10 tahun dan kini memimpin Pojok Kiriselama hampir satu dekade.
“Lembaga inilah yang seharusnya berada di depan dalam menjaga nama baik dan citra gubernur,” ujarnya. “Namun, saat Gubernur Khofifah babak belur dihantam netizen, termasuk kritik pedas dari advokat M. Sholeh, Biro AdPim justru terkesan diam.”
Ia juga menyoroti usulan beberapa netizen yang meminta Khofifah ditukar dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, hal ini menunjukkan betapa buruknya citra Gubernur yang seharusnya dijaga oleh Biro AdPim.
Publikasi Buruk dan Minim Anggaran
Selain itu, ia juga menyinggung kualitas rilis pers yang dibuat oleh Pulung Chausar. “Penjudulan yang tidak menarik, pemakaian kata yang boros, hingga makna judul yang multitafsir membuat rilis tersebut tidak layak tayang di media,” katanya.
Kondisi ini sangat berbeda dengan era sebelumnya, saat lembaga ini masih bernama Biro Humas dan Protokol. “Dulu, Biro Humas mampu mendekatkan Gubernur dengan media dan membuat rilis yang mengesankan pemimpin yang pro-rakyat,” tambahnya.
Selama hampir dua tahun, ia mengamati Biro AdPim tidak mengalokasikan anggaran untuk publikasi di media secara luas, kecuali hanya untuk media tertentu. Sebagai Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Jatim, ia sering mendapat pertanyaan dari sejumlah media terkait hal ini.
“Saya jawab, anggarannya ada, tapi hanya untuk media yang dipilih saja. Staf Biro AdPim sendiri pun menutup mulut saat ditanyai soal ini,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap Gubernur Khofifah. “Kasihan Bu Khofifah, punya staf Biro AdPim tapi membiarkan nama baiknya babak belur dihantam publik. Lebih baik bubarkan saja Biro AdPim!” pungkasnya.
Penulis : Faruk
Editor : Redaksi






