BAZNAS Jateng Apresiasi Pengelolaan Zakat ASN Era Ganjar

- Publisher

Rabu, 5 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua BAZNAS Jateng Apresiasi Pengelolaan Zakat ASN Era Ganjar (Dok. Sekretaris Gubernur Jateng)

Ketua BAZNAS Jateng Apresiasi Pengelolaan Zakat ASN Era Ganjar (Dok. Sekretaris Gubernur Jateng)

Semarang, SuaraNet – Pengelolaan zakat aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Secara keseluruhan, Ganjar Pranowo telah menyalurkan sejumlah Rp 18,97 miliar untuk 549 pondok pesantren.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji, mengungkapkan bahwa jumlah tersebut merupakan total penyaluran dana untuk pesantren selama periode 2017-2022.

“Maka jika ada yang mengatakan bahwa Pak Ganjar tidak peduli terhadap pesantren, itu tidak benar. Ada data yang mencatat semua hal, baik jumlah dana maupun pesantren yang mendapatkan bantuan. Namun, jika ada yang merasa belum menerima, kemungkinan karena jumlah pesantren di Jawa Tengah yang cukup banyak,” kata KH Ahmad Darodji saat diwawancarai di kantornya pada hari Selasa (4/7/2023).

Dia menjelaskan bahwa jumlah pesantren di Jawa Tengah mencapai 3.927. Penyaluran dana bagi pesantren secara rutin dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Baznas dalam pengelolaan zakat.

Dalam catatan, pada tahun 2017 telah disalurkan sebesar Rp 4,2 miliar untuk 89 pesantren. Pada tahun 2018, jumlahnya sebesar Rp 3,49 miliar untuk 77 ponpes. Pada tahun 2019, dana yang diberikan mencapai Rp 3,43 miliar untuk 96 pesantren.

Baca Juga  PDI Perjuangan Resmi Menetapkan Mahfud MD sebagai Cawapres Ganjar Pranowo

Begitu juga saat pandemi Covid-19, penyaluran dana tetap berjalan. Pada tahun 2020, dana yang disalurkan sebesar Rp 2,75 miliar untuk 87 pesantren, pada tahun 2021 sebesar Rp 2,2 miliar untuk 79 pesantren, dan pada tahun 2022 terdapat penyaluran sebesar Rp 2,9 miliar untuk 121 pesantren.

“Ketika pandemi Covid-19, santri tidak bisa pulang, dan ada juga santunan yang diberikan. Selain itu, kiyai juga menerima insentif tertentu. Ide ini berasal dari Pak Ganjar. Sekali lagi, jika ada yang belum menerima, mungkin karena belum giliran atau belum mengajukan proposal,” jelasnya.

Pendekatan maksimal Baznas Jawa Tengah sebagai sumber anggaran yang fleksibel, kata Darodji, telah menjadi acuan bagi provinsi-provinsi lain.

Bahkan, Baznas Jawa Tengah dijadikan contoh oleh Baznas Republik Indonesia untuk provinsi-provinsi lainnya.

Darodji menyatakan bahwa sebelum Ganjar Pranowo menjabat, penerimaan zakat fitrah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hanya mencapai Rp 14 miliar.

Namun, setelah Ganjar Pranowo terapkan kebijakan pemotongan zakat langsung dari sistem penggajian ASN, jumlah penerimaan zakat terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga  St. Maizah, Mahasiswi Asal Sampang Raih Gelar Wisudawan Terbaik IAIN Madura 2024

Oleh karena itu, jika ada yang mengatakan bahwa tidak ada kepedulian terhadap pondok pesantren, itu tidak benar. Bahkan, Gubernur Ganjar Pranowo merupakan satu-satunya gubernur yang mengenakan pakaian santri saat Hari Santri. Beliau secara rutin menjalin hubungan dengan ulama dan sering mengunjungi pondok pesantren. Meskipun belum semua pondok pesantren dikunjungi karena keterbatasan waktu yang tidak hanya untuk kunjungan ke pondok pesantren,” tegas Darodji.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB