BALI, SUARANET – Dari 2007 Hingga 2015 lalu perjumpaan pertama dengan pulau sebrang yakni Dewata anugrah Bali, namanya yang sakral dan dijuluki pulau seribu pura, mengenali aneka ragam budaya Arif yang masih membumi sampai kini, bahasa budaya yang masih melekat di jantung telinga “Om Swastiastu Om Santi Santi Om”, ditambah lagi dengan festival pergantian tahun, masyarakat Bali sering menyebutnya hari raya Nyepi, Galungan dan Kuningan bahkan malam suci.
Hal baru dan keunikan yang belum pernah sebelumnya kita tempuh adalah pengalaman paling berarti, seperti pasukan iringan adat musik yang mengkawal ketika mengalami musibah kematian, festival Ogoh-ogoh sebagai persembahan hari raya Nyepi, bertujuan untuk menghormati dan tetap menghidupi roh pada dewa. Tentu adat istiadat ini sangat menarik perhatian wisatawan dan para pendatang
Adat istiadat Bali selalu sarat akan makna. Sebagai provinsi yang terkenal akan keramahan, keindahan, dan kedamaian yang telah terkenal seantero dunia, Bali tentu memiliki 1001 adat istiadat yang akan selalu menarik untuk dibahas. Apalagi Pada adat istiadat yang dipercayai, ada nilai dan norma yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. Bukan hanya itu, Bali memiliki nuansa Hindu yang sangat kuat, wilayah yang selalu menjadi tujuan favorit untuk berwisata ini juga memiliki adat istiadat yang berhubungan dengan agama Hindu.
Tak hanya itu, Bali sebagai destinasi wisata populer di Indonesia memiliki banyak daya tarik yang membuat wisatawan selalu ingin liburan ke Bali. Baik keindahan pemandangan alam pegunungan, danau dan pantai pasir putih. Selain keindahan pemandangan alam, aktivitas liburan seru juga banyak anda temukan di Bali seperti Bali rafting tour, wisata sepeda dan watersport di Tanjung Benoa. Tahukah anda, hal yang membuat pulau Bali mulai terkenal sebagai tempat wisata bukan karena keindahan alam atau tersedia banyak aktivitas liburan. Tetapi karena keunikan seni dan budaya yang ada di Bali.
Tradisi unik yang digelar pada sejumlah tempat di pulau Bali tersebut, menjadi hal yang istimewa untuk dinikmati oleh wisatawan, apalagi mereka yang kebetulan liburan di pulau Dewata, bisa menemukan sejumlah kebiasaan atau hal-hal tradisional pada zaman modern sekarang ini akan mendapatkan pengalaman istimewa yang tidak bisa ditemukan di daerah lainnya
Kami sebagai pendatang juga perantau, merupakan suatu anugerah yang indah dapat hidup dan diberikan ruang untuk tetap bertahan hidup. Sebagian besar masyarakat Madura menempuh setiap lekat lampu – lampu kota, menyusuri dan tak sia-sia dalam perjuangannya. Utamanya dalam merubah konsep hidup dan mindset susah menjadi masyarakat tangguh, ia menjadi beban pemikir perubah nasib masa depan keluarga.
Teruntuk kaula muda penerus bangsa, patut kita apresiasi dengan setinggi-tingginya kepada para pejuang kelahiran Madura, mindset dan gigih nya yang kuat dan sangat perlu kita terapkan untuk regenerasi selanjutnya. Cukup para perantau yang merasakan pedihnya berjuang di kota orang, kita perlu katakan dan kibarkan, Madura perlu banyak SDM dan SDA untuk kehidupan masa depan.
*)Fahrur Rozi – Program Studi Tadris Bahasa Indonesia IAIN Madura.
*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi suaranet.id