Peringati Milad Ke-13, Himmah FKMSB Bahas Kontekstualisasi Pendidikan Islam bagi Perempuan

- Publisher

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: HIMMAH FKMSB

Foto: HIMMAH FKMSB

SuaraNet, Pamekasan – Himpunan Mahasantri dan Alumni Pondok Pesantren Banyuanyar (HIMMAH) memperingati Milad ke-13 dengan menggelar seminar bertema “Kontekstualisasi Nilai Pendidikan Islam: Upaya Pencegahan Marjinalisasi Terhadap Perempuan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Banyuanyar Putri, Senin, 26 Januari 2026.

Seminar ini diikuti oleh santriwati, mahasantri, alumni, serta sejumlah tamu undangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-13 HIMMAH sekaligus forum penguatan pemahaman mengenai peran pendidikan Islam dalam merespons persoalan sosial, khususnya terkait perempuan.

Ketua HIMMAH DPP FKMSB, St. Maizah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendidikan Islam memiliki posisi strategis dalam membentuk perempuan Muslim yang berilmu, bermartabat, dan berdaya.

“Pendidikan bagi perempuan merupakan kebutuhan mendasar. Islam memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan potensi dirinya. Melalui pendidikan, perempuan dapat menjadi pribadi yang cendekia, tetap berakhlak, dan mampu memberi dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” ujar St. Maizah.

Menurutnya, praktik marjinalisasi terhadap perempuan masih kerap dipengaruhi oleh faktor lingkungan sosial dan budaya yang belum sepenuhnya mendukung akses dan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi perempuan.

Baca Juga  Dorong Peningkatan SDM, Ali Masykur Serahkan Bantuan Pembangunan IDB Banyuanyar

“Karena itu, pendidikan Islam perlu dihadirkan secara kontekstual, agar mampu membangun lingkungan yang adil, inklusif, dan mendorong perempuan untuk berdaya tanpa kehilangan identitas keislamannya,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, HIMMAH menargetkan terbangunnya kesadaran kolektif mengenai pentingnya pendidikan Islam yang relevan dengan realitas sosial, sekaligus sebagai upaya mendorong pencegahan marjinalisasi perempuan di berbagai ruang kehidupan.

Penulis : Nurul Aini

Editor : Musdalifah

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB