Pamekasan, SuaraNet – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Kampus (DPK) Forum Komunikasi Mahasiswa Santri Banyuanyar (FKMSB) Pamekasan resmi dilantik bersamaan dengan peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-26 FKMSB.
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Pusat Layanan Umrah Terpadu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pamekasan dan dihadiri pengurus pusat FKMSB serta Majlisun Nadwah FKMSB.
Pelantikan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda organisasi yang mempertemukan unsur pengurus wilayah, kampus, serta struktural pusat FKMSB. Sejumlah sambutan disampaikan sebagai bagian dari penguatan organisasi dan konsolidasi kepengurusan baru.
Demisioner Ketua Wilayah FKMSB Pamekasan, Ach. Rofiki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan tersebut dirangkai dalam tiga momentum perayaan.
Ia menyebut agenda ini sebagai simbol capaian organisasi sekaligus penanda dimulainya fase baru kepengurusan FKMSB Pamekasan.
Sementara itu, Sekretaris FKMSB Pusat, Riski, menekankan pentingnya peran pengurus dan kader dalam pengabdian kepada bangsa dan negara. Ia berharap keberadaan FKMSB dapat memberi kontribusi nyata, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga bagi masyarakat luas.
“Saya berharap anggota FKMSB dapat berguna bagi nusa, bangsa, dan FKMSB,” ujarnya.
Anggota Majlisun Nadwah FKMSB, Mashudi, menilai FKMSB memiliki karakter kebersamaan yang kuat meski tidak berstatus sebagai organisasi ekstra kampus. Menurutnya, soliditas internal menjadi kekuatan utama organisasi tersebut.
“FKMSB bukan organisasi ekstra, namun kekuatannya sering kali lebih besar karena kekompakan dan persatuan,” ungkapnya.
Mashudi juga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru DPW dan DPK FKMSB Pamekasan. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghadirkan pembaruan dan penguatan peran organisasi ke depan.
Ketua DPW FKMSB Pamekasan yang baru dilantik, Masruhil, menyatakan komitmennya untuk membawa FKMSB Pamekasan menjadi organisasi yang lebih berkembang.
Ia menegaskan kesiapan dirinya dalam merawat dan memajukan organisasi.
“Sudah saatnya FKMSB Pamekasan menjadi lebih dari organisasi-organisasi yang lain,” tegasnya. Sambutan tersebut ditutup dengan pernyataan, “Jika FKMSB adalah badai, maka saya adalah orang pertama yang tidak akan berteduh.”
Penulis : Nurul Aini
Editor : Musdalifah






