Film “Guru Tugas” Tuai Kecaman, Ini Tanggapan Ketua RMINU Pamekasan

- Publisher

Minggu, 5 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar thumbnail film guru tugas, Dok. SuaraNet.id

Tangkapan layar thumbnail film guru tugas, Dok. SuaraNet.id

SuaraNet, Bangkalan – Baru-baru ini ramai diperbincangkan di sosial media mengenai Film pendek berbahasa Madura berjudul “Guru Tugas” ini tayang di platform YouTube menuai kecaman dari sejumlah pihak, terutama netizen.

Film yang diproduksi oleh Akeloy Production tersebut dinilai sangat merugikan dan merendahkan pesantren lantaran menyajikan cerita serta adegan yang tak pantas.

Pasalnya, film berdurasi 36.41 itu diangkat dari kisah nyata tentang seorang guru tugas alias guru pengabdian dari sebuah pesantren yang ditugaskan di lembaga pendidikan tertentu.

ADVERTISEMENT

cc59f439 1d50 439b 9c3d 98bc5fcbcdb8 scaled
33dda0b5 fba7 402f 989c e591e49519cf scaled
cc59f439-1d50-439b-9c3d-98bc5fcbcdb8
33dda0b5-fba7-402f-989c-e591e49519cf
previous arrow
next arrow

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam film tersebut diceritakan, seorang guru tugas bernama ustadz Supri menyukai salah seorang muridnya bernama Aini. Lantas dia tak bisa mengendalikan diri, dan melakukan hal tak senonoh.

Wajar bila film yang diliris sehari yang lalu itu mendapat respon negatif dari warganet. Hingga Minggu (5/5) pukul 02.00 WIB dini hari, tayangan tersebut telah ditonton 470 ribu kali, mendapat 12 ribu like, dan 7,7 ribu komentar

Hadirnya film ini tidak hanya menuai kontroversi beragam dari nitizen, akan tetapi Rabitah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan turut angkat bicara pada minggu (5/5).

Baca Juga  Kecelakaan di SMPN 88 Jakarta Barat: Siswa Ditabrak Mobil Guru saat Berteduh

Ketua RMINU Pamekasan, KH. Taufiqurrahman Khozin mengecam keras video berdurasi 36:47 itu karena Menurutnya, video tersebut sangat tidak pantas ditayangkan, apalagi dijadikan dedikasi terhadap masyarakat luas.

“Guru tugas itu berangkat ke berbagai daerah dengan membawa tugas suci dari pesantren untuk membantu mengabdi di lembaga pendidikan dan pesantren. Yang kita tahu bersama, bahwa yang memberangkatkan guru tugas ini biasanya pesantren-pesantren besar,” jelasnya.

“Sedangkan, dalam video tayangannya yang ada itu hanya menampilkan sisi negatif saja, hampir tidak menampilkan sisi positifnya sama sekali. Jika memang ada perilaku satu atau dua orang guru tugas yang kurang baik di tengah-tengah masyarakat, jangan mengabaikan kebaikan guru tugas, sehingga dipukul rata. Itu kan hanya oknum saja,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Taman Bunga Kacok, Palengaan tersebut mengeluarkan permintaan tegas agar video yang tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial dihapus. Ia juga menyerukan agar seluruh kru yang terlibat dalam produksi video tersebut segera meminta maaf secara terbuka.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan LBHNU (Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama,). Jika permintaan kami ini tidak diindahkan, maka kami akan menempuh jalur hukum dengan dalih pencemaran nama baik pesantren,” tandasnya.

Baca Juga  Sebanyak 322 Dusun di Pamekasan Dilanda Kekeringan

Dari berbagai penelusuran, tentu tidak hanya di kolom komentar akun YouTube Akeloy Production yang banyak menuai respon negatif, di platform lain seperti TikTok dan Facebook pun banyak netizen yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap isi film tersebut.

Print Friendly, PDF & Email

Penulis : Fahrur Rozi

Editor : Umarul Faruk

Berita Terkait

Pamit Siram Tembakau, Seorang Petani Pamekasan Ditemukan Tewas di Penampungan Air
Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 6-2, Lolos ke Semifinal Piala AFF
Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad dalam Pembukaan Pena Santri Darul Ulum Banyuanyar
DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan
Mahasantri Peduli, FKMSB Pusat Salurkan 1000 Bantuan untuk Kaum Duafa di Kabupaten Pamekasan
Polisi Pamekasan Tindak Cepat Kasus Pencurian di Rumah Dokter Berdasarkan Rekaman CCTV
35 Tahun Pengalaman Birokrasi, Bacabup Fattah Jasin Bertekad Membangun Ekonomi Kerakyatan Pamekasan
Tingkat Kepuasan Publik Rendah, Alarm Buat Baddrut Tamam di Pilkada 2024

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 20:44 WIB

Pamit Siram Tembakau, Seorang Petani Pamekasan Ditemukan Tewas di Penampungan Air

Selasa, 23 Juli 2024 - 23:39 WIB

Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 6-2, Lolos ke Semifinal Piala AFF

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:51 WIB

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad dalam Pembukaan Pena Santri Darul Ulum Banyuanyar

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:35 WIB

DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Mahasantri Peduli, FKMSB Pusat Salurkan 1000 Bantuan untuk Kaum Duafa di Kabupaten Pamekasan

Jumat, 19 Juli 2024 - 00:32 WIB

35 Tahun Pengalaman Birokrasi, Bacabup Fattah Jasin Bertekad Membangun Ekonomi Kerakyatan Pamekasan

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:53 WIB

Tingkat Kepuasan Publik Rendah, Alarm Buat Baddrut Tamam di Pilkada 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 22:38 WIB

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Berita Terbaru

Ketua Majelis Ratna Dewi Pettalolo saat membacakan amar putusan perkara nomor. (foto: ist)

Berita

DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan

Selasa, 23 Jul 2024 - 12:35 WIB