Anggaran TPS di Pakong Pamekasan Dipangkas, KPPS: instruksi PPK

- Publisher

Selasa, 12 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi: anggaran dipangkasa/ist

ilustrasi: anggaran dipangkasa/ist

Pamekasan, SuaraNet – Dugaan penyelewengan anggaran mewarnai pelaksanaan Pemilu 2024 di Pamekasan, Jawa Timur. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di sejumlah kecamatan, termasuk Kecamatan Pakong, mengeluhkan pemotongan anggaran Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Di Desa Seddur, Kecamatan Pakong, misalnya, anggaran salah satu TPS disunat hingga Rp900 ribu. “Saya hanya menerima Rp3.554.000,” ungkap seorang anggota KPPS yang enggan disebut namanya, Jumat (8/3/2024).

Padahal, anggaran yang seharusnya diterima adalah Rp4.454.000, dengan perincian: pembuatan TPS Rp2 juta, pengadaan dokumen Rp500 ribu, operasional Rp1 juta, dan konsumsi Rp954 ribu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anggaran diterima secara tunai di balai Desa Seddur. Yang menyerahkan adalah PPS, dan yang diterima KPPS, setahu saya, sama dengan di desa saya, yaitu Rp3.554.000,” imbuhnya.

Desa lain yang terkena imbas pemotongan anggaran adalah Desa Bicorong dan Palalang. Di satu TPS di Desa Bicorong, anggaran dipotong Rp600 ribu, dan di TPS lain di desa yang sama dipangkas kurang lebih Rp1 juta. Di Desa Palalang, anggaran dipotong sekitar Rp1 juta.

Baca Juga  Skandal Tanah Urug Ilegal Mengancam Proyek Tol Yogyakarta-Bawean

“Saya menerima Rp3,5 juta,” terang salah seorang anggota KPPS di Desa Palalang, Minggu (8/3/2024).

Di desa lain di Kecamatan Pakong, anggaran TPS dipotong Rp1 juta.

“Alasan pemotongan itu katanya instruksi PPK. Katanya, untuk konsumsi anggota Koramil dan Polsek sekitar 75 orang. Selain itu, katanya uang itu tidak dipotong, tapi ditahan hingga selesai administrasi rekap PPK. Namun, sampai saat ini uang itu tidak ada dikasih,” papar salah satu Ketua KPPS di Kecamatan Pakong.

Dugaan pemotongan anggaran semakin diperkuat dengan beredarnya rekaman suara Ketua PPK Hosman. Dalam rekaman 38 detik tersebut, Hosman menyebut bahwa anggaran untuk KPPS memang ditahan sebagian.

“Kesepakatan PPK dan Ketua PPS itu ada dasarnya. Sebelum administrasi lengkap, ada sebagian yang ditahan,” demikian bunyi voice Hosman.

Dikonfirmasi terkait hal itu, Ketua PPK Pakong Hosman justru mengatakan masih akan mengonfirmasi terlebih dahulu ke PPS.

“Karena anggaran itu masuk ke rekening PPS, bukan ke PPK. Semua anggaran KPPS itu masuk ke rekening PPS, tidak masuk ke PPK,” terangnya, Minggu (8/3/2024).

Baca Juga  7 khasiat air cengkeh untuk kesehatan, sahabat terbaik penderita penyakit tertentu

Hosman mengaku sudah mewanti-wanti di WhatsApp Group (WAG) PPS agar tidak melakukan pemotongan.

“Saya tanya adakah PPS yang memotong anggaran KPPS, PPS menjawab tidak ada. Saya jawab ya sudah kalau tidak ada, tapi jika nanti ada maka itu menjadi tanggung jawab sendiri,” bebernya.

Di sisi lain, Hosman membenarkan bahwa sebagian anggaran KPPS ditahan karena administrasi pembuatan SPJ belum dilengkapi oleh KPPS.

Ditanya apakah menahan anggaran karena alasan administrasi tidak selesai itu sesuai regulasi atau tidak, Hosman menjawab tidak sesuai.

“Cuma teman-teman PPS punya alasan sendiri. Kira-kira bisa tidak teman-teman KPPS menyelesaikan administrasi? Saya tidak bisa intervensi soal itu. Saya tidak tahu KPPS. Yang saya tahu, kalau SPJ tidak selesai, saya pasti urusannya dengan PPS,” jelasnya.

Disinggung soal rekaman voice bahwa penahanan adalah kesepakatan PPK dan PPS, Hosman mengelak. “Tidak,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel
Achmad Baidowi Kenang Masa Kecil di Kampung Halaman Leluhurnya
Hari Pertama Operasi, Kapolres Pamekasan Turun Langsung Bagikan Brosur Ops patuh Semeru 2024
Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal
Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024
First Date Anti Gagal, Dijamin Bikin Gebetan Klepek-Klepek!
Keren! Bakal Calon Bupati Pamekasan Rudy Susanto Tetap Aktif Melaksanakan Tugas sebagai ASN di Syahbandar Utama Surabaya

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 22:38 WIB

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Senin, 15 Juli 2024 - 18:20 WIB

Achmad Baidowi Kenang Masa Kecil di Kampung Halaman Leluhurnya

Senin, 15 Juli 2024 - 14:41 WIB

Hari Pertama Operasi, Kapolres Pamekasan Turun Langsung Bagikan Brosur Ops patuh Semeru 2024

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:06 WIB

Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:40 WIB

Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:06 WIB

Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 14:03 WIB

First Date Anti Gagal, Dijamin Bikin Gebetan Klepek-Klepek!

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:24 WIB

Keren! Bakal Calon Bupati Pamekasan Rudy Susanto Tetap Aktif Melaksanakan Tugas sebagai ASN di Syahbandar Utama Surabaya

Berita Terbaru

Dok. Dutabaca

Berita

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Senin, 15 Jul 2024 - 22:38 WIB