Jokowi Ingatkan KPU Siapkan Pemilu 2024 dengan Baik

- Publisher

Selasa, 2 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada Rapat Konsolidasi Nasional 2023 dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2024. Foto/BPMI Setpre

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada Rapat Konsolidasi Nasional 2023 dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2024. Foto/BPMI Setpre

Jakarta, SuaraNet  – Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada seluruh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memantapkan kesiapan pemilihan umum (Pemilu) 2024. Presiden menyebut KPU harus siap melaksanakan pemilu 2024 yang dinilai lebih kompleks agar tetap berjalan jujur dan adil.

“Pemilu 2024 tinggal 45 hari, waktunya sudah sangat dekat, semuanya harus siap. Memang pemilu tahun 2024 ini sangat kompleks—ini pemilu serentak, Pilpres, DPR, DPD, di provinsi, kabupaten, dan kota,” ucap Presiden pada Rapat Konsolidasi Nasional 2023 dalam Rangka Kesiapan Pemilu 2024, di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu, 30 Desember 2023.

Presiden menilai kompleksitas pemilu 2024 tersebut di antaranya terlihat dari jumlah peserta yang terdiri atas lebih dari 204 juta pemilih yang tersebar di 38 provinsi. Selain itu, pesta demokrasi tersebut juga melibatkan 18 partai politik nasional dan 6 partai lokal Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tidak bisa dibayangkan betapa sangat kompleks Pemilu kita ini, sangat kompleks sekali,” imbuhnya.

Baca Juga  Dugaan Intervensi Politik, Pj Bupati Sampang Digugat Demonstran

Oleh sebab itu, Kepala Negara mengimbau seluruh jajaran KPU agar dapat menjalankan pemilu dengan sebaik-baiknya. Presiden menyebut semua hal harus dipastikan dengan baik agar tidak terjadi kesalahan.

“Kita harus pastikan tata kelolanya baik, kesiapan petugas juga harus baik, ketersediaan logistik juga harus baik, distribusi logistiknya juga harus baik, dan kesiapan sistem dan teknologinya juga harus baik. Jangan sampai ada yang tercecer satupun, semuanya harus baik. Dan tidak boleh ada yang salah termasuk aspek teknisnya,” tegas Presiden.

“Hal-hal yang kecil harus kita perhatikan secara detail sebab keteledoran teknis bisa berimplikasi politis, bisa berimplikasi politik, bisa merembet kemana-mana yang dapat mengganggu kondusivitas negara, yang dapat mengganggu legitimasi Pemilu kita,” lanjutnya.

Di tengah era digital, Presiden turut mengimbau agar penggunaan sistem informasi dan perangkat penunjang pemilu harus berfungsi dengan baik. Hal tersebut dinilai penting agar pelaksanaan pemilu terhindar dari peretasan.

“Sedikit saja ada ketidakcermatan, langsung (berdampak kepada) kepercayaan masyarakat. Hal semacam ini yang tidak boleh terjadi. Semua kita bersama-sama harus menjaga ini,” tuturnya.

Baca Juga  Hadirkan Dua Saksi, Sidang Kasus Dugaan Korupsi Dinas Marga DKI Jakarta Dilanjutkan

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan mendukung pelaksanaan pemilu 2024 agar dapat berjalan dengan baik. Lebih lanjut, Presiden menekankan selain mendukung pelaksanaan pemilu, jajaran ASN, TNI, dan Polri tetap harus menjaga netralitasnya.

“Aparat negara harus mendukung tugas penyelenggaraan pemilu. Misalnya bantuan (dalam) pengiriman logistik ke tempat-tempat yang sulit dan wilayah-wilayah terluar yang tidak bisa dilakukan oleh kita, bisa dibantu oleh aparat negara, baik TNI maupun Polri,” ucap Presiden.

Mengenai hak pilih setiap warga negara, Presiden Jokowi meminta agar KPU dapat memastikan hal tersebut tetap terjaga, serta melayani para pemilih tanpa dikriminasi. Presiden pun meminta KPU agar dapat mengedukasi para pemilih sehingga cerdas dalam menentukan pilihan.

“Jangan percayai yang namanya hoaks, apalagi yang bisa menyulut konflik dan perpecahan. Pendidikan politik harus dilakukan secara masif tidak saja mengedukasi tentang tahapan pemilu tetapi juga mengajak masyarakat menjadi pemilih-pemilih yang cerdas,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Empat Anggota DPRD Jawa Timur Jadi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah
Rumor Cristiano Ronaldo Akan Pensiun Usai Euro 2024, Begini Kata Roberto Martinez
Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Polri Adaptif dan Profesional Menghadapi Masa Depan
Virgoun Ditangkap Polisi Diduga Terjerat Kasus Narkoba
Kominfo Kecam Keras Akan Blokir X Twitter, Lantaran Kebijakan Terbaru yang Mengizinkan Konten Pornografi
Tonjolkan Pelayanan Haji 2024, Kemenag Siapkan Tenda Ber-Ac dan Makan 15 kali
Menhan Prabowo dan Menlu Blinken Bahas Upaya Capai Perdamaian Abadi di Palestina
Menteri BUMN Berhasil Dongkrak Setoran Dividen, Parlemen Dorong Pengawasan Lebih Intensif

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 02:18 WIB

Empat Anggota DPRD Jawa Timur Jadi Tersangka Kasus Suap Dana Hibah

Sabtu, 6 Juli 2024 - 18:54 WIB

Rumor Cristiano Ronaldo Akan Pensiun Usai Euro 2024, Begini Kata Roberto Martinez

Rabu, 3 Juli 2024 - 10:08 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Pentingnya Polri Adaptif dan Profesional Menghadapi Masa Depan

Jumat, 21 Juni 2024 - 02:21 WIB

Virgoun Ditangkap Polisi Diduga Terjerat Kasus Narkoba

Selasa, 18 Juni 2024 - 22:29 WIB

Kominfo Kecam Keras Akan Blokir X Twitter, Lantaran Kebijakan Terbaru yang Mengizinkan Konten Pornografi

Kamis, 13 Juni 2024 - 00:22 WIB

Tonjolkan Pelayanan Haji 2024, Kemenag Siapkan Tenda Ber-Ac dan Makan 15 kali

Rabu, 12 Juni 2024 - 10:03 WIB

Menhan Prabowo dan Menlu Blinken Bahas Upaya Capai Perdamaian Abadi di Palestina

Selasa, 11 Juni 2024 - 12:27 WIB

Menteri BUMN Berhasil Dongkrak Setoran Dividen, Parlemen Dorong Pengawasan Lebih Intensif

Berita Terbaru

foto: pinimg.com

Kesehatan

Cara Jitu Menjaga Kesehatan Hingga Tua

Kamis, 11 Jul 2024 - 14:37 WIB