Pemuda dan Pemilu 2024: Lebih dari Sekadar Memilih!

- Publisher

Minggu, 24 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkap layar webinar nasional bertajuk

Tangkap layar webinar nasional bertajuk "Pemilu Serentak 2024: Apakah Pemuda Sekadar Memilih?"

Jawa Timur, SuaraNet – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nurul Jadid (UNUJA) mengadakan webinar nasional bertajuk “Pemilu Serentak 2024: Apakah Pemuda Sekadar Memilih?” yang dilaksanakan secara online (via Zoom Meeting) pada Minggu (24/12/23).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua BEM UNUJA, Ageng Febriyan, Pembina BEM UNUJA, Ahmad Zubaidi, Dosen UNUJA, Ahmad Sahidah, Ketua BEM Universitas Indonesia (UI), Melki Sedek Huang, Koordinator Wilayah Jawa Timur BEM SI, Ahmad Robi Gunawan, dan pengurus BEM UNUJA serta mahasiswa seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Ahmad Zubaidi menyampaikan bahwa pengembangan intelektual bagi mahasiswa sangat signifikan. Karena mahasiswa sebagai peserta didik harus belajar dan menjadi harapan bangsa atau generasi bangsa.

“Jangan takut melaksanakan kegiatan-kegiatan yang berbau pengembangan dan lakukan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Sehingga dapat memberikan kesadaran terhadap mahasiswa. Semoga kegiatan webinar ini betul-betul menyadarkan mahasiswa terutama melek politik,” kata Pembina BEM UNUJA dalam sambutannya.

Sementara, Ageng Febriyan mengatakan bahwa webinar ini agar dapat memotivasi mahasiswa seluruh Indonesia, khususnya mahasiswa UNUJA. Selain melek politik, juga mengetahui karakteristik pemimpin.

Baca Juga  Momentum Pena Santri, Forum Doktor Peradaban Akan Tikatkan Pendidikan Berbasi Pensantren

“Dengan mengetahuinya, mahasiswa jangan sampai salah dalam memilih pemimpin. Karena pemimpin yang baik, dapat membawa negara Indonesia lebih baik,” kata Ageng (sapaan akrabnya).

Selanjutnya, Ahmad Robi Gunawan menjelaskan bahwa pemuda bukan sekadar memilih. Tetapi, juga penting untuk mengetahui dan memahami program-program calon pemimpin dan visi misinya. Karena sangat berdampak terhadap keberlangsungan negara.

“Jadi bukan sukses untuk beberapa kalangan saja dan bukan sukses untuk kepentingan Partai Politik (Parpol). Namun, kepentingan itu harus dinikmati seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya saat menyampaikan materi 1.

Lebih lanjut, Koordinator Wilayah Jawa Timur BEM SI ini mengatakan perlu adanya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat, agar Pemilu 2024 berjalan dengan lancar tanpa adanya kekacauan dan timbul kecurangan.

“Jadi harus tegas dalam memilih dan menjunjung tinggi asas luber-jurdil (langsung, umum, bebas, jujur, dan adil),” tambahnya.

Menurut Melki Sedek Huang, hak memilih, terpilih, dan berpartisipasi harus dilaksanakan. Lantaran demokrasi di Indonesia dianggap hanya momentum 5 tahun atau sekadar pesta demokrasi. Justru dengan momentum ini.

Baca Juga  Pelatihan Jurnalistik MA Miftahul Ulum Bettet Pamekasan Tingkatkan Iklim Literasi

“kesempatan bagi kita memilih pemimpin untuk bisa membawa bangsa ini lebih cerah ke depannya,” tegas Melki (sapaan akrabnya) saat memberikan materi 2.

Di samping itu, Melki menjelaskan bahwa menjelang Pemilu 2024 ini, kita disuguhkan dengan adu image, dan kita dihadirkan oleh kebebasan yang pelaksanaannya secara pasif oleh pemerintah.

“Kita jangan sampai tergiring dan termakan isu-isu publik yang tidak penting,” jelasnya.

Kemudian, Ahmad Sahidah, menyampaikan bahwa pemuda mempunyai tugas untuk menjaga dan merawat demokrasi, khususnya di Pemilu 2024 ini. Pemuda juga belajar tentang ilmu politik. Karena sangat penting bagi pemuda sebagai generasi bangsa.

“Bahkan politisi sering berjanji agar menang dan citra terjaga dengan baik. Serta media sering berpihak,” ujar Dosen UNUJA tersebut saat menyampaikan materi 3.

Lalu, santri alumni Pondok Pesantren An-Nuqayah Sumenep ini, menegaskan pemimpin itu melayani. Tapi kenyataannya pemimpin dilayani. Ketika ada masalah seharusnya pemimpin duduk bersama dengan rakyat, untuk memecahkan atau mencari jalan keluar permasalahan tersebut.

“Apalagi terhadap pemuda, sebelum pemimpin terpilih ia membutuhkannya. Dan ketika terpilih pemuda dilupakan,” pungkasnya.

Baca Juga  Cak Imin: Koalisi PKB-Golkar Erat, Siap Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran

Penulis : Ahmad Rifa'i

Editor : Faruk

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Arah Baru UKM IQDA UIN Madura, Fokus Penguatan Kader dan Peran Organisasi
Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura
PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa
Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan
Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi
Mahasiswa HTN UIN Madura Komitmen Kuatkan ‘Fondasi Moral’ Bangsa di Usia Ke-4 
211 Anggota DPR Diduga Sembunyikan Riwayat Pendidikan, Ada Apa dengan KPU?
Perkuat Riset Kampus, LPPM STAINAS Gelar Coaching Penelitian

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 18:34 WIB

Arah Baru UKM IQDA UIN Madura, Fokus Penguatan Kader dan Peran Organisasi

Kamis, 9 April 2026 - 19:55 WIB

Lewat Dialog Energi, BEM FIA UNIRA Kritik Tata Kelola Migas Madura

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:08 WIB

PAC PDI Perjuangan Arjasa Bagikan Sembako untuk Anak Yatim dan Kaum Duafa

Jumat, 27 Februari 2026 - 19:05 WIB

Partai Golkar Sumenep Berbagi Ratusan Takjil dan Konsolidasi Internal di Bulan Ramadan

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:19 WIB

Menu MBG Yayasan Rumah Juang Garuda Emas Dipertanyakan, Susu Tak Sesuai Rekomendasi

Berita Terbaru