Kronologi Pemerkosaan Siswi Asal Surabaya oleh Tukang Sate di Bangkalan

- Publisher

Rabu, 28 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi korban Pemerkosaan Dok. Istimewa

Ilustrasi korban Pemerkosaan Dok. Istimewa

Bangkalan, SuaraNet Seorang siswi SMP di Surabaya menjadi korban pemerkosaan di Bangkalan. Pelaku yang diduga melakukan tindakan tersebut adalah seorang tukang sate asal Bangkalan, yang saat ini telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Identitas pelaku adalah Muhdar (20), juga dikenal dengan nama panggilan Adit, berasal dari Kampung Lonpao, Desa Patenteng, Modung, Bangkalan. Penangkapan pelaku dilakukan setelah polisi menerima laporan mengenai kasus pemerkosaan yang menimpa korban tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Bangkit Dananjaya, menjelaskan bahwa kejadian pemerkosaan ini bermula saat korban berangkat untuk berenang. Namun, dalam dua hari berikutnya, korban tidak kembali pulang ke rumah.

ADVERTISEMENT

cc59f439 1d50 439b 9c3d 98bc5fcbcdb8 scaled
33dda0b5 fba7 402f 989c e591e49519cf scaled
cc59f439-1d50-439b-9c3d-98bc5fcbcdb8
33dda0b5-fba7-402f-989c-e591e49519cf
previous arrow
next arrow

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaku adalah seorang siswi asal Surabaya yang sebelumnya mengatakan kepada orang tuanya bahwa dia ingin pergi berenang,” ujar Bangkit pada Rabu (28/6).

Orang tua korban mulai mencemaskan keberadaannya dan mencoba menghubungi korban melalui telepon. Namun, saat itu diketahui bahwa ponsel korban tidak aktif.

Beberapa waktu kemudian, saat ponsel korban dikontak kembali, ternyata nomornya sudah aktif. Ketika ditanya tentang keberadaannya, korban mengaku sedang berada di Modung, Bangkalan.

Baca Juga  Diskominfo Kabupaten Bogor Dilaporkan ke Kejati Jabar, Ini Sebabnya

“Kami sempat menelepon, tapi tidak ada jawaban. Satu hari kemudian, kami menelepon lagi dan korban menjawab telepon, mengatakan bahwa dia berada di Modung,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan informasi ini, orang tua korban menanyai korban lebih lanjut. Korban akhirnya mengaku bahwa dia telah menjadi korban pemerkosaan. Ia mengungkapkan bahwa pelaku membawanya ke sebuah rumah kosong.

Di lokasi tersebut, korban dipaksa memenuhi keinginan pelaku secara seksual, dan setelah itu dia tidak diizinkan pulang. Setelah menerima pengakuan tersebut, orang tua korban segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Kenjeran, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.

Bukan tanpa alasan, korban akhirnya ditemukan di sekitar Polsek Modung. Polisi kemudian memperdalam penyelidikan kasus ini dan memburu pelaku yang berhasil melarikan diri.

Menurut Bangkit, pelaku sempat melarikan diri ke Pasuruan dan bersembunyi di rumah kerabatnya. Namun, karena merasa aman, pelaku akhirnya kembali ke Bangkalan untuk menjalankan usaha berjualan sate.

Menerima informasi mengenai keberadaan pelaku, petugas kepolisian akhirnya berhasil menangkapnya saat sedang berjualan sate di depan Pasar Tanah Merah, Bangkalan.

Baca Juga  Oknum Komisi II DPR-RI Diduga Intervensi Polemik Sekda Probolinggo, GERPAS: ASN itu Mentalnya Merah Putih, Ditambahi Warna Biru, Mental Penjajah Nanti

“Pelaku berhasil diamankan saat sedang berjualan sate di depan Pasar Tanah Merah,” sambungnya

Pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat (1) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu RI Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menjadi Undang-Undang, jo. Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Kejadian ini mengejutkan warga setempat dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan anak-anak. Polisi berkomitmen untuk mengusut kasus ini dengan tuntas, memastikan bahwa pelaku menerima hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Pihak berwenang juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan melaporkan segala bentuk kejahatan terhadap anak kepada pihak kepolisian. Perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan kesejahteraan generasi muda.

Kasus pemerkosaan ini juga menjadi momentum bagi pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan upaya perlindungan anak.

Baca Juga  Driver Ojol Dianiaya dan Dicabuli oleh Tiga Waria Setelah Mengantar Pesanan

Edukasi yang lebih luas mengenai kesadaran akan hak-hak anak, pencegahan kejahatan terhadap anak, dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan seksual harus menjadi prioritas dalam menjaga keamanan dan masa depan anak-anak Indonesia.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal
Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024
Pelaku Pencabulan Anak di Pamekasan Ditangkap, Korban Bocah 8 Tahun
Rugikan Negara 47 Milyar, GAM Jatim Minta Husnul Aqib Ditetapkan Jadi Tersangka
Satuan Polair Polres Pamekasan Gencar Patroli untuk Cegah Tindak Kriminal di Perairan
Memburu Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Sapu Bersih 13 Kecamatan
Aktivis PMII UIM Pamekasan Menarik Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Sebut Tindakan Sewenang-wenang

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 12:06 WIB

Satpol PP Pamekasan dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Pemberantasan Rokok Ilegal

Sabtu, 13 Juli 2024 - 11:40 WIB

Bea Cukai Madura dan Satpol PP Pamekasan Konsisten Berantas Peredaran Rokok Ilegal

Jumat, 12 Juli 2024 - 16:06 WIB

Polres Pamekasan Siapkan Strategi Edukatif dan Persuasif untuk Operasi Patuh Semeru 2024

Selasa, 9 Juli 2024 - 15:28 WIB

Pelaku Pencabulan Anak di Pamekasan Ditangkap, Korban Bocah 8 Tahun

Selasa, 9 Juli 2024 - 14:13 WIB

Rugikan Negara 47 Milyar, GAM Jatim Minta Husnul Aqib Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juli 2024 - 12:20 WIB

Satuan Polair Polres Pamekasan Gencar Patroli untuk Cegah Tindak Kriminal di Perairan

Minggu, 7 Juli 2024 - 12:50 WIB

Memburu Rokok Ilegal, Satpol PP Pamekasan Sapu Bersih 13 Kecamatan

Minggu, 30 Juni 2024 - 20:40 WIB

Aktivis PMII UIM Pamekasan Menarik Laporan Pengeroyokan, Kuasa Hukum Sebut Tindakan Sewenang-wenang

Berita Terbaru

Ketua Majelis Ratna Dewi Pettalolo saat membacakan amar putusan perkara nomor. (foto: ist)

Berita

DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan

Selasa, 23 Jul 2024 - 12:35 WIB