Dinilai Tidak Profesional, Kemenag Kembali Protes Saudia Airlines

- Publisher

Rabu, 7 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jema'ah haji Indonesia saat turun langsung di maskapai penerbangan Saudia Airlines Dok. Kemenag

Jema'ah haji Indonesia saat turun langsung di maskapai penerbangan Saudia Airlines Dok. Kemenag

SuaraNet – Saudia Airlines kembali lakukan tindakan tidak profesional, pasalnya maskapai penerbangan Arab Saudi ini belakangan sering lakukan perubahan kapasitas seat pesawat.

Saiful Mujab, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag, menyampaikan terkait kebijakan Saudia Airlines itu sangat rugikan jemaah.

“Seringnya perubahan kapasitas seat pesawat Saudia Airlines, apalagi dengan perubahan jadwal penerbangan, tentu jelas berakibat pada jemaah haji, mulai dari terlambatnya proses visa hingga penempatan perhotelan di Madinah,” ujarnya, dilansir laman Kemenag Pada Rabu (07/6) siang.

“Justru Ketidak profesionalan ini jelas merugikan jemaah tentu tidak searah dengan jargonnya untuk memuliakan jemaah haji,” lanjutnya.

Peristiwa ini terjadi sejak awal fase pemberangkatan jemaah haji, tepatnya pada jemaah kloter 2 embarkasi Jakarta – Bekasi (JKS 02), dijanjikan oleh Saudia Airlines akan menerbangkan dengan pesawat berkapasitas 480 orang.

“Buktinya, Saudia Airlines ingkar dengan apa yang sudah disepakati sendiri, maskapai ini tidak sanggup mendatangkan pesawat berkapasitas 480, justru pesawat yang datang hanya berkapasitas 405 jemaah,” lanjutnya.

Ia menuturkan, dengan hal ini membuat efek domino karena jadwal keberangkatan jemaah sudah disosialisasikan, bahkan jemaah JKS 02 sudah siap diberangkatkan, dampaknya dari perubahan kapasitas seat ini dirasakan juga oleh jemaah pada kloter-kloter berikutnya.

Baca Juga  1 Abad NU, Menag RI Apresiasi Jasa dan Kontribusi Tokoh dan Pesantren

Belum lagi hal lainnya yang dilakukan Saudia Airlines adalah keterlambatan atau perubahan jadwal penerbangan, sampai hari ini, sudah tercatat ada lebih 10 kali perubahan jadwal penerbangan, tentu hal ini juga mengganggu kenyamanan jemaah, karena berdampak pada layanan di asrama haji, bahkan hingga hotel di Madinah.

“Saya tegaskan Saudia Airlines profesional, bekerja sesuai kesepakatan dalam kontrak dan tidak semaunya sendiri mengubah kapasitas seat pesawat dan jadwal penerbangan. Kita bisa melihat bersama bahwa hal itu juga berdampak pada terhambatnya proses visa jemaah haji di Jawa Barat,” tegasnya.

“Bahkan kita sudah berulangkali sudah protes dan menegurnya, agar dievaluasi dan tidak terulang kembali, kita minta mereka menunjukkan profesionalitas dalam penerbangan jamaah. Saudia Airlines harus menepati janji, melayani jamaah dengan jujur,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel www.suaranet.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”
Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi
Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi
Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan
Hampir 2 Tahun Tanpa Penahanan Tersangka Hibah Jatim, Publik Uji Nyali KPK
Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat
Bhakti Lingkungan, TNI dan Dema UIN Madura Kompak Basmi Sampah
Video Susu Tango Kido Diduga Berulat Viral, Program MBG Pamekasan Menyedot Perhatian Publik 

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:25 WIB

Diduga Mik Dasco Beri Celetukan saat Live DPR: “Asal Jangan Teriak Hidup Jokowi”

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Pengurus Baru PMII Rayon Mandilaras Dilantik, Tegaskan Komitmen Organisasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:07 WIB

Hadiri Gema FIA 2026, Ansari Ajak Mahasiswa UNIRA Bijak Kawal Demokrasi

Kamis, 30 April 2026 - 21:21 WIB

Sempat DPO dan Ditangkap Penggelapan 2 Juta Dolar AS, Kini Kasus Haksono Santoso Dihentikan

Kamis, 30 April 2026 - 14:40 WIB

Program MBG Yayasan Rumah Inovasi Sejahtera di Pamekasan Dikritik, Wali Murid Temukan Buah Berulat

Berita Terbaru

Fenomena flexing gadget mahal di media sosial semakin sering ditemui di era digital. Banyak orang menjadikan gadget premium sebagai simbol gaya hidup, status sosial, dan sarana mencari validasi dari lingkungan sekitar. foto/ist

Opini

Upgrade HP atau Upgrade Gengsi?

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:32 WIB