Bupati Pamekasan Ajak Anak Muda Lestarikan Bahasa Madura, Berikut Caranya

- Publisher

Rabu, 24 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bagi-bagi tips lestarikan Bahasa Madura.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam bagi-bagi tips lestarikan Bahasa Madura.

Pamekasan-Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Baddrut Tamam mengingatkan anak-anak muda agar tetap menjaga kekayaan lokal, bahasa, dan kebudayaan di tengah majunya revolusi teknologi.

Menurutnya, budaya sopan santun dalam bersosialisasi dengan sesama harus tetap terjaga dengan baik, bahasa Madura sebagai bahasa daerah menjadi pemikat persaudaraan antar sesama.

Karena di zaman ini bahasa terkadang tidak lagi menjadi syarat dalam berkomunikasi lantaran kecanggihan teknologi.

ADVERTISEMENT

cc59f439 1d50 439b 9c3d 98bc5fcbcdb8 scaled
33dda0b5 fba7 402f 989c e591e49519cf scaled
cc59f439-1d50-439b-9c3d-98bc5fcbcdb8
33dda0b5-fba7-402f-989c-e591e49519cf
previous arrow
next arrow

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di zaman ini, kadang-kadang bahasa bukan menjadi syarat utama dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, tiba-tiba juga muncul bahasa-bahasa baru yang saya sendiri kadang tidak paham, misalnya besti, itu bahasa yang kadang merasa bukan anak muda lagi kalau tidak menggunakan bahasa itu, merasa anak di zaman ini ketika memakai bahasa itu,” katanya.

Bupati dengan sederet prestasi ini menyampaikan, adanya bahasa baru itu terkadang membuat seseorang percaya diri untuk mengungkapkannya lantaran merasa menjadi bagian dari anak muda atau generasi milenial. Ironisnya, banyak orang menggunakan bahasa baru tersebut meskipun tidak mengetahui arti yang sebenarnya.

Baca Juga  FWP dan Disdikbud Ubah Persepsi Guru terhadap Wartawan Melalui Pendidikan Melek Media

“Kita yang tidak menggunakan bahasa itu dianggap generasi kolonial, bukan milenial, saya sendiri tidak tahu besti itu apa, karena tidak tahu saya tidak pernah menggunakannya. Karena fungsi bahasa itu bertutur, berkomunikasi, dan bersosialisasi untuk saling memahami,” tandasnya.

Bupati murah senyum ini menambahkan, indikator kecanggilan teknologi dalam mempengaruhi bahasa itu salah satunya adanya istilah COD (cash on delivery) dalam sebuah transaksi online. Istilah tersebut baru muncul belakangan ini, tetapi saat ini seakan menjadi ungkapan sehari-sehari walaupun tidak memahami arti sesungguhnya.

“Sebagian yang mempengaruhi distorsi bahasa itu adalah teknologi, COD, OTW, dan bahasa lain yang diciptakan oleh generasi baru ini yang kadang-kadang bapak-bapak yang umurnya 50 tahun ke atas banyak yang tidak paham,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kemajuan teknologi tidak hanya mempengaruhi bahasa daerah, tetapi juga dapat menghilangkan budaya lokal yang semestinya tetap dipertahankan. Hal itu disebabkan tidak adanya kepedulian anak muda dalam menjaga local wisdom tersebut.

“Revolusi teknologi memberikan sumbangsih hilangnya kecintaan anak muda terhadap bahasa ibu kita, bahasa yang lahir dari rasa, nilai, karsa yang melahirkan bahasa itu. Fungsi bahasa itu berkomunikasi dan transformasi ilmu pengetahuan,” terangnya.

Baca Juga  Satpol PP Pamekasan Buru Peredaran Rokok Ilegal

Dewan A’wan PWNU Jawa Timur ini berharap, anak-anak muda dapat menjaga bahasa daerah Madura dengan cara berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari menggunakan bahasa tersebut. Sebab, banyak istilah dalam bahasa Madura sulit ditemukan dalam bahasa Indonesia, demikian juga sebaliknya.

“Kita kadang sulit mencari istilah bahasa Madura dalam bahasa Indonesia, juga kadang sulit istilah bahasa Indonesia dalam bahasa Maduranya apa. Anak-anak SMA sekarang banyak tidak paham yang begitu-begitu. Kalau ini kita tidak transformasikan menjadi bagian dari kultur, nilai yang kita miliki bisa hilang bahasa kita ini,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Berita Terkait

Pamit Siram Tembakau, Seorang Petani Pamekasan Ditemukan Tewas di Penampungan Air
Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 6-2, Lolos ke Semifinal Piala AFF
Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad dalam Pembukaan Pena Santri Darul Ulum Banyuanyar
DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan
Mahasantri Peduli, FKMSB Pusat Salurkan 1000 Bantuan untuk Kaum Duafa di Kabupaten Pamekasan
Polisi Pamekasan Tindak Cepat Kasus Pencurian di Rumah Dokter Berdasarkan Rekaman CCTV
35 Tahun Pengalaman Birokrasi, Bacabup Fattah Jasin Bertekad Membangun Ekonomi Kerakyatan Pamekasan
Tingkat Kepuasan Publik Rendah, Alarm Buat Baddrut Tamam di Pilkada 2024

Berita Terkait

Rabu, 24 Juli 2024 - 20:44 WIB

Pamit Siram Tembakau, Seorang Petani Pamekasan Ditemukan Tewas di Penampungan Air

Selasa, 23 Juli 2024 - 23:39 WIB

Indonesia U-19 Taklukkan Timor Leste 6-2, Lolos ke Semifinal Piala AFF

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:51 WIB

Ribuan Jamaah Hadiri Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad dalam Pembukaan Pena Santri Darul Ulum Banyuanyar

Selasa, 23 Juli 2024 - 12:35 WIB

DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Mahasantri Peduli, FKMSB Pusat Salurkan 1000 Bantuan untuk Kaum Duafa di Kabupaten Pamekasan

Jumat, 19 Juli 2024 - 00:32 WIB

35 Tahun Pengalaman Birokrasi, Bacabup Fattah Jasin Bertekad Membangun Ekonomi Kerakyatan Pamekasan

Rabu, 17 Juli 2024 - 18:53 WIB

Tingkat Kepuasan Publik Rendah, Alarm Buat Baddrut Tamam di Pilkada 2024

Senin, 15 Juli 2024 - 22:38 WIB

PBNU Sesalkan Kunjungan Lima Cendekiawan NU ke Israel

Berita Terbaru

Ketua Majelis Ratna Dewi Pettalolo saat membacakan amar putusan perkara nomor. (foto: ist)

Berita

DKPP Pecat 10 Penyelenggara Pemilu di Pamekasan

Selasa, 23 Jul 2024 - 12:35 WIB